Ketua Umum PKC PMII JATIM Apresiasi Kerja Kepala BIN dalam Rekonsiliasi Nasional Pasca Pilpres | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Ketua Umum PKC PMII JATIM Apresiasi Kerja Kepala BIN dalam Rekonsiliasi Nasional Pasca Pilpres

PMII NEWS Online
24 Juli 2019
Foto: Abdul Ghoni, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur
PMII NEWS Online - Pertemuan bersejarah antara Presiden terpilih Ir. Jokowi Dodo dan Prabowo Subianto di gerbong Mass Rapid Transit (MRT) Senayan 13 Juli lalu menjadi oase segar ditengah carut Marut panasnya situasi politik nasional sejak setengah tahun terakhir.

Begitu pula pertemuan antara bapak Prabowo Subianto dengan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) serta presiden RI ke 5 ibu Megawati pada hari ini 24 Juli bertempat di kediaman ibu Mega Menteng Jakarta pusat.

Kemajuan pesat konsolidasi Nasional para elite ini berdampak amat besar untuk meredam gejolak di akar rumput pada masing-masing pendukung serta loyalis

Ada satu sosok yang amat berperan penting dalam pertemuan-pertemuan kunci tersebut, ialah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) bapak jendral polisi purnawirawan Budi Gunawan (BG), sosok penting yang berkerja senyap tanpa sorak Sorai panggung.

Menanggapi hal ini Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur mengapresiasi kerja kongkrit kepala BIN tersebut.

"Sangat taktis dan nyaris tanpa basa-basi kerja pak Budi Gunawan sangat terasa untuk kelangsungan kondusifitas Republik, senyap tapi hasil kerjanya amat kongkrit itulah ciri khas pak BG," ujar Abdul Ghoni.

"Selama hampir 2 bulan terakhir bangsa ini harap-harap cemas menunggu siapa kiranya aktor kunci yang dapat menjadi problem solfer dari kebekuan situasi politik yang terancam berujung pada chaos besar ini, dan tak disangka rekonsiliator itu ada pada sosok kepala BIN" tambah pemuda asli Sampang itu kepada awak media.

Sementara pertemuan-pertemuan politik masih terus berjalan, Presiden terpilih akan segera menyusun kabinet kerjanya untuk periode kerja 2019-2024, stabilitas nasional dan kejernihan amat dibutuhkan Presiden terpilih agar mampu menyaring tokoh-tokoh terbaik bangsa guna ditempatkan di posisi yang pas demi perbaikan Indonesia ke depan yang lebih baik.
Pewarta : Editor :
Kaderizen AamNh7