Kenapa Menteri Agama Selalu dari Nahdlatul Ulama? | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Kenapa Menteri Agama Selalu dari Nahdlatul Ulama?

PMII NEWS Online
24 Juli 2019
Foto: Lambang atau Logo Nahdlatul Ulama (NU)
PMII NEWS Online - Bukan rahasia umum lagi, dalam kabinet pemerintahan Indonesia, presiden ataupun partai politik pendukung akan menyerahkan kursi Menteri Mgama (Menag) pada tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Pemilihan jatah Menteri Agama dari tokoh NU bukan dari tokoh lain, tak bisa dipungkiri imbas dari pemilihan Menteri yang dimulai sejak Presiden ke-1 Indonesia Soekarno memimpin pemerintahan.

Baca juga: Inilah Daftar Nama Menteri Agama Era Soekarno Hingga Jokowi, Selalu dari NU

"Kemenag identik dengan NU karena menteri pertamanya adalah kiyai dari pesantren. Ayahnya Gus Dur (Abdurrahman Wahid)," ucap Peneliti di Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati, kepada Tagar, Jumat 19 Juli 2019.

Alasan lain kenapa jabatan Menag dipercayakan kepada NU, karena NU merupakan organisasi masyararakat (Ormas) muslim terbesar di Indonesia. NU dalam pergerakannya berusaha menampilkan Islam yang inklusif dan pluralis.



"Sehingga, Kemenag jadi kunci untuk mewujudkannya," ujar dia.

Sebenarnya bila ditelusuri lebih jauh, jabatan Menteri Agama pernah juga dipegang oleh tokoh Muhammadiyah. Namun, tidak berlangsung lama karena secara tradisional Kemenag ranahnya NU, apalagi Menteri Agama pertama Abdul Wahid Hasyim merupakan putra dari Pendiri NU Kiyai Haji Hasyim Asy'ari.

"Itu seperti menjadi kultus secara kultural, kalau NU sebagai ormas muslim terbesar berhak atas jabatan Menag di negara yang mayoritas muslim," tuturnya.

Ditambah, sosok Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membawa pengaruh untuk NU sebagai ormas Islam yang menerima Pancasila dan memperjuangkan pluralisme beragama.

"Sehingga menciptakan legitimasi simbolik kalau urusan agama sebaiknya diurus NU," kata dia.

Sumber: tagar.id