PB PMII: Blok Masela Jangan Untungkan Sebagian Korporasi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PB PMII: Blok Masela Jangan Untungkan Sebagian Korporasi

PMII NEWS Online
01 Juni 2019
Foto: Zulfqhmy Wahab, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Alam PB PMII
PMII NEWS Online - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) merespons kesepakatan Blok Masela. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal bidang Energi dan Sumber Daya Alam PB PMII, Zulfahmy Wahab hal itu merupakan sejarah baru bagi perjalanan bangsa menuju kesejahteraan.

“Kesepakatan antara Inpex Corporation dan pemerintah Indonesia terkait pengembangan Blok Masela, merupakan capaian positif untuk iklim investasi di Indonesia,” jelas Fahmi sapaan akrabnya, Jumat (31/05/2019).

Menurut pria kelahiran Bojonegoro itu, sudah seharusnya dengan nilai investasi yang mencapai 20 miliar dolar AS, pengembangan Blok Masela bisa berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,  khususnya di wilayah timur Indonesia dan sekitar wilayah di Blok Masela.

“Pengembangan Blok Masela harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, jangan sampai hanya menguntungkan beberapa pihak saja, atau bahkan hanya segelintir korporasi yang merasakannya,” ujar Zulfahmy.

Melihat kondisi geografis wilayah Blok Masela yang sangat dekat dengan Negara Tetangga (Timur Leste dan Australia), lanjut Fahmy, hampir dipastikan akan banyak pihak yang memiliki kepentingan. Terlebih cadangan gas abadi yang dimiliki sangat besar.

“Potensi cadangan gas Blok Masela mencapai kapasitas 9,5 juta ton per tahun (MTPA) LNG, karena itu peran penting seluruh stakeholder yang dimiliki negara ini harus sinergis agar proyek jangka panjang ini bisa bermanfaat langsung untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia juga menyoroti skema bagi hasil yang menjadi kesepakatan bersama, yakni pemerintah mendapatkan bagian 50 persen yang benar-benar harus dikawal hingga tertuang dalam perjanjian. Jangan sampai kejadian Freeport di masa lampau terulang kembali, karena tidak adanya kesepakatan yang jelas di awal.

Sehingga, negara hanya merasakan segelintir keuntungan. Tidak sebanding dengan apa yang didapat dari hasil eksplorasi tambang emas tersebut. Beruntung saat ini Indonesia sudah mendapatkan 51 persen divestasi saham yang ada di Freeport.

Seperti diketahui, setelah hampir lebih 20 tahun mangkrak, proyek strategis nasional di Blok Masela akhirnya mencapai kesepakatan. Hal itu menyusul pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Senin (27/05/2019).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan Inpex Corporation menyepakati sejumlah hal terkait pengembangan lapangan gas raksasa di Blok Masela.
Pewarta : Editor :
Kaderizen AamNh7