Kunjungan Bupati ke Luar Negeri Bukan Jawaban atas Tumpukan Permasalahan di Jember | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Kunjungan Bupati ke Luar Negeri Bukan Jawaban atas Tumpukan Permasalahan di Jember

PMII NEWS Online
18 Juni 2019
Foto: Kunjuangan Kerja Bupati Jember Ibu Faidah ke Swiss memenuhi undangan sebagai perwakilan kabupaten rahmah HAM.
PONTIANAKSATU.ID - Kunjungan Bupati Jember ibu Faida ke Swiss dalam rangka memenuhi undangan sebagai perwakilan kabupaten ramah HAM ditanggapi sumir oleh kebanyakan masyarakat Jember, hal ini tidak terlepas dari banyaknya persoalan pelik di akar rumput yang belum jelas penyelesaiannya oleh pemerintahan kabupaten Jember.

Mulai dari belum rampungnya Rencana Detail tata ruang kabupaten (RDTRK), buruknya kualitas infrastruktur lalu lintas kecamatan dan desa, carut marut pelayanan administrasi kependudukan, maraknya pembangunan pasar modern yang mengakibatkan gulung tikarnya pedagang tradisional.

Polemik insentif guru ngaji yang hingga kini belum ada tindak lanjut, hingga yang terakhir perihal penggalan pemberian bantuan alat bantu pertanian kepada beberapa kelompo tani di 9 kecamatan kabupaten Jember.

Kehadiran Faida di Jenewa, Swiss dianggap tidak berkorelasi langsung dengan permasalahan fundamental masyarakat Jember itu sendiri.

Hal ini juga disampaikan oleh aktivis jaringan Muda Nahdlatul ulama (JAMUNU) Jember, Luqman hakim.

"Kunjungan ibu bupati ke Swiss justru terkesan sebagai politik pencitraan belaka, dan mengabaikan seluruh persoalan masyarakat pinggiran yang hari ini sedang menumpuk di Jember," ujar aktivis muda itu.

Baca juga: Pegiat Pertanian Sesalkan Gagalnya Bantuan Alat Pertanian oleh Pemkab Jember

Masyarakat di desa, lanjut Luqman, butuh jawaban dan kerja nyata bupati atas lambannya pengurusan KTP yang berlarut-larut, jalanan aspal bolong yang sudah nyaris merata di semua kecamatan, pedagang pasar yang bangkrut karena dikepung pasar modern.

Kami butuh solusi dari Masalah ini, bukan diberi foto-foto kunjungan beliau di luar negeri" lanjut aktivis yang sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil bendahara PMII Jember itu.

Luqman menambahkan bahwa Bupati Faidah baiknya fokus pada hal-hal mendasar sebelum kemudian terlalu sering melakukan kunjungan kerja ke luar daerah dan ke mancanegara.

"Contoh kecilnya ya lebih baik fokus pada pelayanan yang mengarah pada good governance, ini bagaimana jalan keluar dari banyaknya masyarakat yang tidak memiliki KTP, tingginya angka buta huruf di kabupaten kita apa solusi dari beliau, bagaimana tanggapannya atas kontroversi perubahan kebijakan insentif guru ngaji yang mengakibatkan hampir separuh guru ngaji di kabupaten Jember tak lagi mendapat insentif (Red: bukan perihal nominal melainkan sebagai bentuk penghormatan)," katanya.

Baca juga: Di bawah Kepemimpinan Bupati Faida, Jember Seperti Pesawat Tanpa Pilot

Kemudian yang terbaru apa jawaban ibu Faida atas gagalnya petani di Jember mendapatkan bakat bantu pertanian dari dinas pertanian Jatim karena penolakan pemkab.

 "Kita berangkat dari hal kecil dulu lah, yang langsung bersentuhan dengan rakyat yang memilihnya dulu, kalau begini kan seolah masyarakat kecil ditinggalkan dengan alasan kunjungan kerja luar negeri, aneh saja," ungkap pria asli Tempurejo yang kini mengabdi di PKC PMII JATIM Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur).
Pewarta : Editor :
Kaderizen AamNh7