Acara Halal Bi Halal PMII Bondowoso Mendapat Pesan Sakti | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Acara Halal Bi Halal PMII Bondowoso Mendapat Pesan Sakti

PMII NEWS Online
23 Juni 2019
Foto: Amin Said Husni, (pegang mikrofon) Ketua IKA-PMII JATIM dan juga Mantan Bupati Bondowos ikut serta dalam acara Halal Bi Halal PMII Bondowos. 
PMII NEWS Online - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bondowoso menyelenggarakan acara Halal bi Halal dan Temu Alumni dengan tajuk Menjaga Tradisi Merawat Kaderisasi. Acara tersebut bertempat di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Sabtu (22/06/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh kader dan anggota komisariat dan rayon PMII se Kabupaten Bondowoso serta Ikatan Almuni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Bondowoso.

Sambutan dari para mantan ketua cabang PMII Kabupaten Bondowoso dari pertama hingga akhir memulai rentetan acara Halal Bi Halal ini.

Sahabat Mahsun yang merupakan ketua cabang pertama PMII Bondowoso mengatakan. "PMII harus menekankan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Red: ASWAJA) An-Nahdliyah," pesannya.

"Bahkan ajaran ASWAJA ini harus mampu mereintenalisasi terhadap seluruh anggota dan kader PMII," tambahnya.

Permasalahan kaderisasi PMII Cabang Bondowoso yang masih belum stabil juga disinggung oleh mantan ketua cabang pertama ini. Beliau menyarankan agar ketua bidang kaderisasi Cabang Bondowoso harus banyak-banyak menemui sesepuh (senior) PMII untuk menyerap pengalaman-pengalaman seniornya untuk menentukan formulasi yang tepat untuk PMII Bondowoso ke depannya.

Sebab kata mantan ketua cabang pertama ini juga menyatakan. "PMII bukan untuk mati tetapi untuk hidup selamanya, oleh karena itu kaderisasi penting untuk diperhatikan," ujar sahabat Mahsun.

Sahabat Imron yang merupakan ketua cabang PMII Bondowoso yang kedua menuturkan sambutannya dengan menceritakan alur cerita PMII Bondowoso dari terbentuknya dan bentuk pola kaderisasinya.

Dalam sambutannya pula beliau menyinggung masalah kaderisasi PMII Bondowoso yang masih belum menemukan arah gerakan kaderisasinya, beliaupun berharap supaya PMII Bondowoso segera menemukan ritme pengkaderannya.

"Untuk menentukan arah gerakan kaderisasi di Bondowoso, PC PMII tidak usah jauh-jauh ngaji kaderisasi, karena sosok yang tepat untuk menentukan kaderisasi di Bondowoso, ada pada sosok Amin Said Husni" katanya.

Sahabat Suparman yang juga mantan ketua cabang juga menyampaikan, PMII akan besar di Bondowoso jika kesatuan dan persatuan dibina sejak sekarang.

Tak hanya itu, beliau menyampaikan. "Alumni PMII harus melupakan perbedaan almamater pasca mereka menjadi alumni PMII, jika berbicara PMII hanya ada satu almamater kebanggaan yaitu almamater PMII," tegasnya.

Sahabat Fathollah yang juga mantan ketua PMII Cabang Bondowoso, sekaligus menjadi Pengurus Besar PMII hingga saat ini, juga berharap jenjang kaderisasi harus diperhatikan penuh oleh pengurus cabang hari ini, agar mampu meregenerasi kaderisasi di Bondowoso.

Sahabat Nanang yang merupakan mantan ketua cabang tahun lalu, dengan wajah kecewa beliau berpesan "Alumni dan kader diharapkan untuk saling mensuport satu dengan yang lainnya untuk menjadikan PMII ini besar kembali" tutupnya dalam sambutan dari mantan-mantan ketua PMII Cabang Bondowoso.

Acara yang dihadiri oleh mantan Bupati Bondowoso atau Ketua Ikatan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pengurus Wilayah Jawa Timur yakni Amin Said Husni tersebut, ditutup dengan makan bersama dengan seluruh warga pergerakan dan alumninya.

Pewarta : Editor :
Firman AamNh7