Maraknya Pemahaman Intoleran, Komisariat PMII RBA Gelar Pesantren Aswaja | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Maraknya Pemahaman Intoleran, Komisariat PMII RBA Gelar Pesantren Aswaja

PMII NEWS Online
31 Mei 2019
Foto: Komisariat PMII RBA (Raden Bagus Asra) STAI At-Taqwa Bondowoso melaksanakan kegiatan pondok Aswaja pada bulan ramadhan kali ini, bertempat di kediaman ketua NU Aswaja Center Bondowoso, K.H Anwar Syafii
PMII NEWS Online - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Bagus Asra STAI At-Taqwa Bondowoso melaksanakan kegiatan pondok aswaja pada bulan ramadhan kali ini, bertempat di kediaman ketua NU Aswaja Center Bondowoso, K.H Anwar Syafii.

Kegiatan tersebut merupakan kali kedua setelah pada ramadhan sebelumnya melaksanakan kegiatan serupa. Acara yang dimulai pada tanggal 27-29 Mei 2019 ini, diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus Rayon Averroes dan Avicenna.

Acara yang dikemas ala pesantren yang identik tiada hari tanpa kitab, termanifestasikan dalam kegiatan ini.

"Acara yang dikemas ala santrian seperti ini, tidak hanya membuat kita lebih dekat lagi dengan kitab-kitab klasik tetapi juga untuk mengenang masa-masa ketika kita masih mondok dahulu" tutur Iwan selaku Ketua Komisariat RBA STAI At-Taqwa Bondowoso ini.

"Pemfokusan dan pendalaman materi keaswajaan merupakan materi pokok pada kegiatan ini," ujar ketua berambut keriting ini.

Kegiatan selama tiga hari di kediaman K.H Anwar Syafii merupakan bentuk kedekatan PMII dengan ulama guna terus memperkuat pemahaman aswaja dan keislaman agar kader-kader PMII tidak terjerumus pada kelompok-kelompok intoleran yang akhir-akhir ini mulai menyebar luas di negeri ini.

Penyampaian metode-metode pembelajaran tradisional dari Ketua NU Aswaja Center Bondowoso menjadi pembeda dari acara pada pondok aswaja sebelumnya. Metode hafalan, pembacaan kitab kuning, mengartikan kitab kuning digunakannya selama tiga hari berturut-turut.

"Sebelum paham terhadap keaswajaan itu apa, maka kalian harus tau dan hafal terlebih dahulu dalil-dalil keaswajaan, supaya tidak salah paham" jelas KH. Anwar Syafii saat mengajar tentang aswaja pada siang pembuka materi aswaja.

Malam terakhir, sebelum kegiatan itu ditutup. Kiai sekaligus dosen di STAI At-Taqwa tersebut, melakukan sistem pembelajaran diskusi dengan menyiapkan permasalahan terkini untuk dibahas dan diberikan solusi bersama untuk mengatasinya, tetapi konsen pada materi keaswajaan, baik teologi, syariat dan tasawuf.

Selama tiga hari, kegiatan tersebut berlangsung lancar tanpa kendala sedikitpun. Acara yang ditutup dengan doa khotmil quran ini, berakhir pada kamis pagi setelah shalat jamaah subuh dan pemberian bekal terakhir dari sang kiai tentang makna bacaan doa-doa di dalam shalat yang menjadi bekal pokok penguatan keaswajaan para santriwan dan santriwati sebelum meninggalkan tempat tersebut.
Pewarta : Editor :
Firman AamNh7