Perangi HOAX, LTN NU Bondowoso Gelar Ngaji Kebangsaan | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Perangi HOAX, LTN NU Bondowoso Gelar Ngaji Kebangsaan

PMII NEWS Online
13 April 2019
Foto: LTN NU Bondowoso gelar ngaji kebangsaan upaya perangi hoax. Hadi pula ketua IKA-PMII JATIM, PMII, KOPRI, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Ansor, Banser dan setiap elemen organisasi intra kampus. 
PMII NEWS Online - Pengurus Cabang Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul ulama (PC LTN NU) Bondowoso melaksanakan Ngaji Kebangsaan bersama direktur Aswaja NU Center Bondowoso, KH. Anwar Syafi'ie dan Ketua IKA PMII Jawa Timur, Drs. H. Amin Said Husni (ASH) yang juga merupakan mantan bupati Bondowoso 2008-2018. (13/04/2019)

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama organ pemuda NU yang terdiri dari PMII, KOPRI, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Ansor, Banser, dengan melibatkan seluruh elemen intra kampus, dan perwakilan osis se-kabupaten Bondowoso. Ada sekitar 100 peserta yang ikuta dalam kegiatan tersebut.

Dengan tema, Meneguhkan Spirit NKRI Dalam Bingkai Aswaja An-Nahdliyah, Amin Said Husni memulai dengan membangun spirit kader-kader NU agar kembali mendalami sejarah ke-NU-an dan kiprah NU dalam berbangsa dan bernegara.

"Mars Subbanul Wathon merupakan salah satu representasi spirit ke-NU-an yang menggelorakan semangat kebangsaan sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya di tahun 1934 yang dimotori langsung oleh salah satu pendiri NU, KH. Wahab Hasbullah di Tambak beras, Jombang," tegas mantan Bupati Bondowoso tersebut.

Tak hanya itu, kepada para peserta, Amin Saud Husni juga menyinggung 3 (tiga) hal yang menjadi keharusan bagi kader dan anak muda NU untuk selalu diperangi. Yakni hoax, narkoba, dan terorisme.

"Hoax merupakan virus pemecah belah, narkoba merongrong moral, dan terorisme adalah ancaman kemanusiaan. Maka kader NU harus kembali pada nilai utama yang menjadi landasan dasar berkehidupan para pendiri, yakni rahmatan lil 'alamin," tambah Amin Said Husni yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Jawa Timur.

Sebab politisi, Amin Said Husni juga menyinggung bahwa NU tak cukup sekedar berjuang di ranah ideologi, tapi harus memiliki instrumen untuk juga berkiprah di level kebijakan dengan upaya hadir melalui partai politik.

"Maka pada tanggal 23 Juli 1998, KH. Abdurrahman Wahid menggagas dan mendidirkan Partai Kebangkitan Bangsa yang merupakan satu-satunya partai yang murni lahir dari rahim NU," jelas Presiden Bondowoso Republik Kopi tersebut.

Sementara, Andiono Putra selaku ketua PC LTN NU Bondowoso menegaskan. Dengan mengangkat tema yang dimaksud soal spirit menjaga NKRI, menurutnya, santri NU adalah satu-satunya benteng terakhir.

"Santri NU adalah merupakan benteng terakhir yang mampu mengemban dan menjaga Negara Kestuan Republik Indonesia," tutur Andiono.

Di penghujung acara, semua peserta diijazah langsung oleh Kiai Anwar Syafi'i selaku Direktur Aswaja NU Center Bondowoso dan ditutup dengan doa.

Pewarta : Editor :
Mohammad Afifi AamNh7