Fenomena Kekerasan Anak Bawah Umur, KOPRI Pontianak Adakan Feminimisme Discussion Social | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Fenomena Kekerasan Anak Bawah Umur, KOPRI Pontianak Adakan Feminimisme Discussion Social

PMII NEWS Online
13 April 2019
Foto: Kegiatan KOPRI Cabang Pontianak Feminimisme Discussion Social dengan tema Justicr for Audrey di Kantor PWNU KALBAR
PMII NEWS Online - Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (PC KOPRI) Kota Pontianak, selenggarakan kegiatan Feminisme Discussion Social dengan tema Justice For Audrey fenomena Kekerasan Anak Bawah Umur. Jum'at malam, (12/04/ 19) di Kantor PWNU Kalimantan Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh KOPRI Cabang Kota Pontianak dihadiri langsung oleh Hoesnan, SE Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kalbar, Zarkasi,SE Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Kalbar, Putriana,S.Pd.I mewakili Aktivis Perempuan Kalbar, Rika Artika Sekretaris KOPRI PMII PKC KALBAR (Pengurus Koordinator Cabang Kalimantan Barat) serta seluruh sahabat-sahabat Cabang, Komisariat dan Rayon Se-Kota Pontianak berjalan sukses dan lancar.

Dalam sambutan Ketua KOPRI cabang Kota Pontianak mengatakan sangat menyangkan sekali atas kasus tersebut.

"Semoga kejadian ini menjadi bahan acuan kepada kita semua agar kedepannya kasus serupa tidak terulang kembali," ungkap Umi Tri Utami.

Sementara Sekretaris KOPRI PKC Kalimantan Barat Rika Artika mensuport kegiatan yang di selenggarakan oleh KOPRI PC Kota Pontianak.

"Kami KOPRI PKC KALBAR tentu sangat mensuport dan mengapresiasi sekali atas diskusi ini, karena berarti Pengurus Kopri Cabang Kota Pontianak sangat responsif terhadap segala macam persoalan-persoalan sosial yang terjadi," tuturnya.

Rika juga berharap usai diskusi Pengurus Kopri Cabang Kota Pontianak melakukan follow up dengan cara melakukan pendampingan terhadap korban.

Ketua LPA Kalbar Hoesnan yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan alangkah lebih baiknya tagar #JusticeForAurdrey dirubah menjadi #JusticeForAll.

"Artinya kita tidak berpihak dan menyudutkan salah satu pihak. karena baik pelaku maupun korban sama-sama anak dibawah umur sehingga keduanya dikatakan korban. maka yang lebih tepat adalah #justiceforall," terang Hoesnan.

Putriana, sebagai aktivis perempuan di diskusi ini sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Kopri Kota Pontianak yang fokusnya di bidang perempuan.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat saya apresiasi untuk kita jadikan refleksi, apalagi kasus ini telah menjadi perhatian di tataran nasional dan bahkan internasional," ujarnya.

Putriana juga berharap agar Kopri PC PMII Kota Pontianak mengawal kasus-kasus seperti ini dengan tidak hanya pada tataran diskusi saja.

"Saya harap teman-teman dari Kopri Kota Pontianak juga bisa mengawal secara nyata dengan melakukan pengawasan terhadap kasus-kasus kekerasan seperti yang dialami oleh Audrey ini," tutupnya.

Pewarta : Editor :
Salam AamNh7