Aktualisasi Nilai Isra' Mi'raj, PMII Rasya UINSA adakan Pengajian Agama | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Aktualisasi Nilai Isra' Mi'raj, PMII Rasya UINSA adakan Pengajian Agama

PMII NEWS Online
04 April 2019
Foto: Pengajian Agama bersama Dr. KH. Suis Qoim Abdulloh, M.Fil.I 
PMII NEWS Online - Dalam momentum Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 621 M - 2019 M. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar tausiyah pergerakan dengan mengangkat tema "Aktualisasi Nilai-nilai Isra'Mi'raj Menuju Gerakan Ideal Dalam Dunia Pergerakan. Surabaya, (04/04/2019).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut ketua Satu PKC PMII Jawa Timur sahabat Salamul Huda dan ketua Rayon Syariah dan Hukum Komisariat PMII UINSA (Universitas Islam Sunan Ampel) Surabaya.

Sahabat Ainul Yaqin Ketua Rayon menyampaikan dalam sambutanya dengan semangat, sambil mengangkat tanganya, bahwa kader PMII Rayon Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

"Kita tidak bingung lagi sebenarnya ketika bicara tokoh atau figur revolusioner sejati selain Nabi Besar Nabi Muhammad SAW. kita bisa mengambil api semangat perlawanan dan kebaikannya untuk kita bumikan lebih praksis lagi dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam organisasi maupun di kampus sahabat-sahabat," katanya.

Sahabat Salam sapaan akrab Salamul Huda itu menyatakan selaku kader PMII harus bisa mencontohkan nilai-nilai penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai uswatul hasanah.

"Kader PMII harus mampu meniru gerakan Rasullullah dalam tindakan dan ucapan agar Islam dapat diterima oleh semua kalangan," ungkapnya saat sembutannya.
Foto: Sambutan Sahabat Salamul Huda (Ketua Satu PKC PMII Jawa Timur).
Paparan Pemateri Dr. KH. Suis Qoim Abdullah, M. Fil; mengawali tausyahnya dengan menceritakan perjalanan nabi Muhammad SAW. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsho dari Masjidil Aqsho ke Sidratul Muntaha bertemu Zat maha khalik Allah SWT.

Hasil dari Isra'Mi'raj Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk melaksanakan Sholat. Pada saat itu nabi Muhammad SAW baru ditinggalkan oleh paman beliau Abu Thalib dan ditinggalkan oleh Istrinya Siti Khotijah serta mendapatkan penolakan dari Abu Jahal, bahwa tidak percaya kepada nabi Muhammad dalam peristiwa Isra'Mi'raj sehingga Abu Jahal mengumpulkan kaumnya dalam suatu majlis untuk menjatuhkan nabi lewat pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Tetapi semua pertanyaan bisa dijawab semua oleh nabi Muhammad SAW.

Pelajaran penting yang dapat diambil dari intisari Sholat itu ada di Tahyat Akhir :

"ATTAHIYATUL MUBARAKATUS-SALAWATUT-TAIYIBATU LILLAH. ASSALAMU ‘ALAIKA AIYUHAN NABIYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. ASSALAMU ‘ALAINA WA’ALA ‘IBADILLAHIS-SALIHIN. ASY-HADU ALLA ILAHA ILLALLAH. WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. ALLAHUMMA SALLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA A-LI SAYYIDINA MUHAMMAD," sebutnya.

"Jadi marilah kita beribadah kepada Allah untuk semata-mata mendapatkan Ridho Allah SWT," tutupnya.

Pewarta : Editor :
Kaderizen AamNh7