Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

PMII News Online
11 Maret 2019
Penulis: Sahabat Fenia (Kader PMII Widyagama Kota Malang
PMII NEWS Online - Berbicara mengenai Revolusi Industri 4.0 tentu tidak lepas dari apa yang namanya teknologi. Tidak hanya Negara maju saja, bahkan Negara berkembang pun mengalami "Otomasi" di mana terjadi pergeseran antara tenaga kerja manusia dengan kinerja Teknologi.

Apabila ditelisik dari segi historis, sudah terlebih dahulu terjadi Revolusi Industri 1, 2, dan 3 sebelum lahirnya Revolusi Industri 4.0. dari tahapan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap tahunnya Teknologi mengalami perkembangan pesat.

Dari perkembangan itulah timbul dampak positif maupun negatif yang apabila diprosentasikan kemungkinan besar keduanya mempunyai kuantitas sama berat. Karena secara tidak langsung kegiatan yang berbasis industri akan mengalami keefektifan kerja yang di sisi lain meningkatkan angka pengangguran di Indonesia.

Mengingat kembali peristiwa jatuhnya Orde Baru merupakan gencatan dari Mahasiswa. Itu berarti Mahasiswa mempunyai peran yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup Negara kita.

Untuk itu Mahasiswa dapat dikatakan sebagai tonggak pendobrak sehingga mempunyai andil yang sangat luas dalam menangani problematika kali ini. Bahkan secara yuridis dalam Undang-undang Dasar 1945 tepatnya Pasal 28 (E) Ayat 3 yang berbunyi "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat". Pasal tersebut merupakan salah satu landasan bagi mahasiswa sebagai penyalur aspirasi di masyarakat.

Mahasiswa harus mampu memberikan perubahan baik dari segi pola pikir maupun tindak tanduk dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Telah kita ketahui bersama perubahan tersebut telah tampak ketika sesuatu yang pada awalnya bekerja secara manual kini berganti dengan basis online.

Katakan saja layanan ojek dan pesanan makanan online "Go-jek" dan "Grab". Kedua aplikasi tersebut merupakan hasil dari kreativitas berlatar belakang Mahasiswa.

Akan tetapi melihat kondisi Indonesia yang sekarang ini tidak cukup apabila seorang mahasiswa sebagai "Agent of Change" saja namun juga sebagai motivator bagi masyarakat.

Mahasiswa harus mampu memberikan semangat baru dalam masyarakat terutama di kalangan pemuda. Dengan adanya dua contoh kreativitas anak bangsa di atas harus dijadikan tamparan keras, bahwasanya sangat kurang apabila hanya ada satu atau dua pihak saja yang membawa perubahan di era seperti ini melainkan setiap individu berhak memberikan perubahan yang lebih baik lagi.

Kaitannya dengan peran mahasiswa pergerakan merupakan faktor utama yang mendasari lahirnya perubahan. Berdasarkan pernyataan dari Egip Satria Eka Putra yang dikutip dari GEOTIMES.co.id pada 13 September 2018 dalam tulisannya yang berjudul "Revolusi Industri 4.0 dan Arah Baru Pergerakan Mahasiswa" beliau mengatakan "Apabila mahasiswa zaman ini
gagal beradaptasi dan membangun strategi, maka Revolusi Industri generasi keempat ini dapat menjadi suatu ancaman yang nyata membuat gerakan mahasiswa hari ini ditinggalkan karena dianggap tidak relevan".

Yang menjadi pertanyaan besar adalah "Langkah seperti apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi kegagalan dalam beradaptasi dan membangun strategi?".

Tentunya membutuhkan suatu pergerakan sederhana tetapi pasti. PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) sebagai organisasi yang mengedepankan pergerakan pastinya sangat membantu dalam berkontribusi menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan tidak meninggalkan unsur-unsur ke-Islam-annya.

Penulis: Sahabat Fenia (Kader PMII Widyagama Kota Malang)