KOPRI Baik - baik Saja | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

KOPRI Baik - baik Saja

PMII NEWS Online
16 Maret 2019
Penulis: Athiya
PMII NEWS Online - “Konsep Pengkaderan Yang Ada Di Pmii, Harus Tertuju Kepada Seluruh Kader Tanpa Pandang Bulu Baik Berdasarkan Jenis Kelamin, Ras Dan Status Sosialnya” (Kata Pengantar Modul Kaderisasi KOPRI).

Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada para sahabat yang sudah menanyakan kabar kami para kopri, terlebih untuk kritikan yang semakin membuat kami bersemangat sekaligus merasa bahwa memang adanya kopri sangat dibutuhkan dalam PMII, mengingat tulisan sebelumnya menggambarkan bagaimana sudut pandang sebagiann sahabat yang menafikan beberapa kader putri yang telah berhasil berproses di PMII Hingga ia menduduki beberapa posisi yang setara dengan laki laki. (baca: Apa Kabar KOPRI)

Tulisan ini memang untuk menjawab pertanyaan “Tentang seberapa jauhkah upaya yang dilakukan oleh kopri untuk menepis streotype masyarakat bahkan dunia tentang dirinya, sesuai dengan kata pengantar yang terdapat dalam modul kaderisasi kopri, bahwa KOPRI sebagai bagian dari PMII Concern pada kaderisasi putri yang ada di PMII.

Meski status kelembagaan kopri hanya sebagai Badan Semi Otonom, Diakui atau tidak selama ini KOPRI telah memberikan banyak sumbangsih terhadap PMII dalam ujung tonbak organaisasi PMII yaitu Kaderisasi dan regenerasi Kader PMII, maka yang harus kami tanyakan sebagai kader putri yang telah berproses dengan maksimal di KOPRI “Apakah kader putra mampu mengkader kader putri tanpa adanya KOPRI?”

Kaderisasi di dalam KOPRI tidak hanya mengarah pada keseteraan Gender saja, akan tetapi Kaderisasi Kopri lebih mengarah terhadap bagaimana Kader Putra dan Kader Putri bisa berjalan beriringan untuk menjalankan Visi – Misi PMII. Dapat disimpulkan jika dikatakan bahwa adanya kaderisasi Formal dalam KOPRI seperti SIG, SKK hingga SKKN dan Upaya KOPRI masih dianggap belum mapan dalam proses kaderisasi maka itu hanya dilihat dari sudut pandang patriarkis saja dan merupakan pendapat tanpa adanya analisis dan validitas.

Status Quo yang ada di dalam diri laki laki tak terkecuali kader kader putra di PMII, membuat mereka menolak adanya upaya Kopri yang merupakan bagian dari PMII, maka tak heran jika kesateraan gender yang digaungkan oleh kopri dianggap hanya sebagai tindakan agar disorot oleh dunia, dan juga berpendpat bahwa banyak perempuan yang sudah nyaman dengan posisinya yang menyiratkan jika perempuan tak semuanya butuh pada pengatahuan kesetaraan gender. Faktanya perempuan tidak butuh pada kesetaraan gender bukan karean mereka berada dalam posisi nyaman, akan tatapi ada pengaruh status quo yang membungkam mereka untuk berbicara dan mengemukakan keinginannya untuk setara ataupun tidak tertekan dalam sistem patriarki.

Maka jawaban dari segala pertanyaan dan keresahan kader PMII tentang sejauh mana upaya kader KOPRI untuk menepis streotype yang ada di masyarakat, hingga tentang kesetaraan atau emansipasi yang digaungkan oleh kopri, maka upaya kami sudah sangat jauh tidak hanya sampai pada kaderisasi formal saja akan tetapi juga dalam segi kaderisasi Informal dan Nonformal saja, dan juga adanya kader putri yang berhasil menduduki posisi strategis dalam kepengurusan PMII seperti halnya menjadi ketua umum, ketua 1 (kaderisasi), dan sekretaris umum, mrupakan bukti nyata bahwa kopri tidak hanya membicarkan tentang kesetaraan dalam ruang diskusi saja, KOPRI dan nilai nilai yang terkandung di dalam KOPRI akan terus ada dan terus berupaya untuk Concern dalam Kaderisasi PMII.

Penulis: Athiya