Suara KOPRI PMII JATIM Saat MUSPIMNAS 2019 | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Suara KOPRI PMII JATIM Saat MUSPIMNAS 2019

PMII NEWS Online
27 Februari 2019
Foto: Forum MUSPIMNAS (Musyawaroh Pimpinan Nasional) di Boyolali 2019
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Innalillahi wainnailaihiroji’un. Turut berduka cita atas matinya sebuah ide dan gagasan serta kepentingan yang lebih di-Tuhan-kan di atas segala-galanya.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan takdzim kami kepada pimpinan dan seluruh jajaran PB KOPRI PMII. Dengan segala kerendahan hati kami ingin menyampaikan beberapa hal yang menjadi keresahan KOPRI PMII Jawa Timur terkait berjalannya MUSPIMNAS di Boyolali 2019.

Pertama, mari kita refleksikan kembali tentang adanya KOPRI di batang tubuh  PMII. Mulai sejak berdirinya kopri hingga hari ini tetap komitmen untuk menjalankan roda kaderisasi dalam bentuk badan semi otonom yang tidak digunakan untuk menyaingi Tubuh PMII itu sendiri.

Kopri hadir untuk menjadi wadah bagi kader puteri di PMII, mendampingi kader-kader puteri untuk tetap bisa menjalankan kaderisasinya sampai dengan jenjang kaderisasi tertinggi. Dan juga dalam mengawal kebijakan publik terhadap perempuan serta masih banyak lagi.

Kembali kepada poin yang kami bahas di sini yakni forum yang sangat sakral (Muspimnas) membahas kaderisasi, produk hukum PMII dan Administrasi PMII. Namun realitanya, Forum MUSPIMNAS ini bukan lagi menjadi ajang dimana untuk saling memberi gagasan, menyelesaikan segala persoalan dengan kepala dingin, mekanisme persidangan yang kami rasa sudah tidak layak. Adanya keberpihakan dan kondisi yang dipaksakan untuk kader KOPRI menjadi BUNGKAM .

KOPRI PMII Jawa Timur menegaskan bahwa apa yang sudah kami bahas dalam lingkup keluarga besar KOPRI Jawa Timur tidak lain adalah bagaimana di Muspimnas ini kami membawa gagasan yang siap dipertanggungjawabkan secara rasional di hadapan forum yang dikomandoi oleh pimpinan sidang. Dengan mengedepankan kepentingan kaderisasi bukan yang lain!.

Gagasan yang kami bawa juga bersifat sangat terbuka untuk dikritisi dan mendapatkan tambahan atau penghapusan dengan cara kita diskusikan bersama sehingga menemukan titik temu dan formalisasi pola kaderisasi kopri yang relevan untuk kita terapkan hari ini.

Namun itu semua tidak ditunjukkan oleh KOPRI PB PMII ini sendiri dalam menjalankan Muspimnas dengan tanpa adanya pengawalan dari KOPRI PB PMII.
Dan yang terakhir kami sampaikan kepada KOPRI PB PMII, jangan sampai kesadaran kami tentang kepatuhan terhadap pimpinan organisasi merupakan kewajiban akan hilang.

KOPRI PMII Jawa Timur akan terus mengawal Muspimnas hingga selesai dan tetap akan memperjuangkan rekomendasi serta merta siap mendiskusikan dan dikomunikasikan bersama dengan cara yang terbuka. Namun, apabila KOPRI PB PMII masih tetap dengan kondisi yang sama seperti saat ini tanpa adanya sikap dan pengawalan yang jelas dalam berjalannya MUSPIMNAS. Kami KOPRI PMII Jawa Timur secara kelembagaan tidak akan menjalankan garis koordinasi dengan KOPRI PB PMII.

Penulis : Azizah Zamzam (Ketua KOPRI Kabupaten Malang)