PMII Gorontalo Mengutuk Penganiayaan Mahasiswa Gorontalo | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Gorontalo Mengutuk Penganiayaan Mahasiswa Gorontalo

PMII News Online
25 Februari 2019
Foto: Saat masa aksi ingin menyampaikan aspirasinya terkait dugaan korupsi oleh bupati kabupaten Bone Bolango
PMII NEWS Online - Pengurus Cabang Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo kecewa dengan tindakan anarkisme oleh oknum pegawai kejaksaan tinggi gorontalo yang menyebabkan dua orang mahasiswa IAIN Gorontalo terluka ketika melakukan demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo pada Kamis, (21/02/2019).

Seyogyanya kejati menerima atau menanggapi apa yang disampaikan oleh masa aksi, karena tuntutannya jelas. Hal ini disampaikan oleh ketua cabang PMII Kota Gorontalo, Ilyas Antu.

“PMII sangat kecewa dengan pak kejati dan pegawainya, padahal tuntutan masa aksi jelas. Pertama, mendesak Kejati Gorongalo agar segera melimpahkan berkas dugaan korupsi dana bansos Kabupaten Bone Bolango Tahun Anggaran 2011-2012 yang diduga dilakukan oleh Bupati Bone bolango (Hamim Pou) ke pengadilan Negeri Gorontalo," ungkapnya.

"Kedua, meminta kepada kepala kejati Gorontalo segera hengkang jika tidak mampu menuntaskan kasus korupsi tersebut," tambahnya.

Ilyas juga menambahkan bahwa PMII tidak akan diam sampai kasus ini benar-benar tuntas.

“Terkait kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Gorontalo, kami meminta kepada Bapak Presiden untuk membantu menyelesaikan kasus hukum yang ada di Provinsi Gorontalo yaitu kasus Dana Bantuan Sosial Kabupaten Bone Bolango yang tak kunjung selesai, serta meminta presiden Jokowi agar penganiayaan oknum pegawai Kejati terhadap mahasiswa diproses seadil-adilnya," tutupnya.
Pewarta : Editor :
Kaderizen (YL)  AamNh7