PMII Pontianak dan Kubu Raya Layangkan Surat Audiensi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Pontianak dan Kubu Raya Layangkan Surat Audiensi

PMII NEWS Online
29 Januari 2019

PMII NEWS Online - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya layangkan surat audiensi Dinas sosial Kota Pontianak terkait kegiatan aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh PMII pada tanggal (25/01/19) kemarin di Bundaran DIGULIST dan Tanjungpura Kota Pontianak.

Ismail selaku korlap kegiatan, masih mempertanyakan perihal surat izin kegiatan yang sudah dimasukan ke dinsos kota Pontianak pada tanggal (24/01/19) kemaren dan hingga hari ini masih belum ada kejelasan mengenai perihal surat izin tersebut.

"Kami sangat menyayangkan kegiatan penggalangan dana yang kami peruntukan untuk saudara-saudara kami yang ada di sulses yang hari ini sudah ratusan korban jiwa melayang, ratusan rumah hancur dan kerusakan fasilitas umum yang hampir meluluh lantakan SulSel itu harus dibubarkan oleh satpol PP Kota, lantaran kami dianggap melanggar perda no 3 tahun 2004 yang masih belum jelas implementasinya seperti apa," ungkapnya.

Abdul Adim, selaku ketua Cabang PMII Kubu Raya juga sangat menyayangkan aksi arogansi yang dilakukan oleh satpol PP terhadap kader PMII.

"Dalam PERDA juga dijelaskan dengan sangat jelas bahwa izin itu seharusnya dikeluarkan 1x24 jam setelah masuknya surat izin, tapi hingga hari ini masih belum ada kejelasan mengenai perihal surat tersebut," ungkapnya.

Adim juga menyayangkan rumitnya pengurusan surat izin untuk kegiatan sosial penggalangan dana, bahkan dari dulu tidak pernah serumit ini.

"Saya Sangat menyangkan rumitnya pengurusan surat izin untuk kegiatan sosial penggalangan dana, bahkan dari dulu tidak pernah serumit ini dan baru hari ini PMII dianggap melanggar perda no 3 tahun 2004, padahal perda itu sudah lama dan kami sudah puluhan kali mengadakan aksi yang sama ketika ada kejadian musibah nasional yang melanda negeri ini, akan tetapi baru hari ini PMII berhadapan dengan PERDA tersebut," imbuhnya.

Disisi lain Fahrizal Amir selaku ketua Cabang PMII Kota Pontianak mengatakan, bahwa surat audiensi sudah masuk ke dinas sosial kota untuk menindak lanjuti perihal surat izin yang sudah masuk beberapa minggu lalu.

"Surat Audensi sudah masuk, jadi kami tinggal menunggu panggilan dari dinsos kota mengenai kapan kita akan bisa bertemu langsung dengan kepala dinas sosial kota untuk bersama-sama membahas ada masalah apa sebenarnya dengan masalah perizinan untuk kegiatan penggalangan," pungkasnya.

Amir juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat juga akan melayangkan surat audiensi ke Satpol PP Kota untuk duduk bersama-sama kader-kader PMII dalam rangka membahas PERDA no 3 tahun 2004 yang menurut Haris tidak pernah ada sosialisasi kepada OKP dan masyarakat mengenai PERDA tersebut dan juga kejelasan mengenai implementasi PERDA tersebut masih menjadi tanda tanya.

"Dalam waktu dekat kami akan melayangkan surat audensi ke Satpol PP Kota, agar bisa duduk bersama dengan kader-kader PMII dalam rangka membahas PERDA No. 3 Tahun 2004 yang tidak pernah ada sosialisasi kepada OKP dan Masyarakat mengenai hal itu, jadi kejelasan meengenai implementasi PERDA tersebut masih menjadi tanda tanya," tegasnya.

Ismail juga menambahkan dalam kesempatan tersebut kepada tim media bahwa akan menunggu beberapa hari ini mengenai tanggapan dari dinsos dan zsatpol PP.

"Kita tunggu saja dalam beberapa hari tanggapan dari dinas sosial dan satpol PP kota mengenai surat audiensi yang kita masukan, dan apabila tidak ada tanggapan maka PMII Kota dan Kubu Raya akan mendiskusikan mengenai perihal apa nantinya yang akan dilakukan," tambah Ismail sebagai korlap.
Pewarta : Editor :
Rokib AamNh7