Aliansi Mahasiswa UPN Tolak Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Aliansi Mahasiswa UPN Tolak Deklarasi Wilayah Bebas Korupsi

PMII News Online
19 Desember 2018
PMII NEWS Online, Surabaya - Deklarasi Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di UPN “Veteran” Jatim disambut aksi puluhan Aliansi Mahasiswa UPN.

Aksi dilakukan Selasa pagi di depan Gedung Giriloka menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Deputi KPK RI yang hadir untuk mengisi kuliah tamu dan deklarasi Zona Integritas WBK.

Aliansi Mahasiswa UPN yang tidak menerima deklarasi WBK menilai masih banyak indikasi-indikasi korupsi di wilayah kampusnya, khususnya permasalahan distribusi Beasiswa bidikmisi pada 166 penerima.

Kordinator aksi, Afif menganggap UPN masih belum layak melakukan deklarasi tersebut, pasalnya mereka masih banyak menemukan penyelewengan dan ketidaksiapan dalam pendistribusian anggaran tersebut.

“Bagaimana mungkin deklarasi dilakukan, padahal UPN saja saat ini belum menuntaskan kasus bidikmisi pada 166 penerima.” tegasnya.

Sebelum ditemui oleh Rektor UPN, massa aksi sempat memaksa ingin masuk ke ruangan. Massa aksi juga mengancam akan terus melakukan aksi sebelum rektor turun menemui mereka.
Lantunan orasi terus menerus dilakukan. Aksi semakin panas ketika ada kontak fisik saling dorong antar satpam dengan mahasiswa.

Meskipun sedikit mengalami kegaduhan, aksi berlangsung kondusif dengan sesekali mahasiswa bersholawat asyghil dan menyanyikan lagu buruh tani dan darah juang guna memanggil Rektor UPN untuk menandatangani tuntutan.

Ketika waktu menunjukkan pukul 10.21 WIB, sejenak massa aksi mendapatkan tawaran mediasi oleh Mu’tasim, Wakil Rektor 3 dan Mardiyono, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan.

Namun tawaran tersebut ditolak karena massa aksi menganggap ajakan tersebut sebagai strategi untuk meredam sekaligus mematahkan semangat mahasiswa aliansi.

"Yang salah tetap salah, yang benar dibela, kami tak akan berhenti sampai Rektor menemui kami. Tidak ada kompromi," ujar Rizal, Demisioner Koordinator Wilayah Bidik Misi.

Rektor UPN, Akhmad Fauzi yang sempat mememui massa aksi,memberikan kesempatan untuk membacakan tuntutannya dengan mengajak seluruh mahasiswa mengawal kasus penyelewengan dana beasiswa bidikmisi ini bersama.

“Silahkan tuntutan dibaca, insyaallah saya akan bertindak sebagaimana seharusnya, kita kawal kasus ini bersama. Saya siap mengawal dan menindak tegas oknum yang korupsi anggaran bidik misi. Bahkan sudah memanggil Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan periode kemarin untuk mengembalikan uang yang tidak jelas kemana itu. Kalau bisa jual rumah jual rumah," tambahnya di depan para mahasiswa.

Fauzi menawarkan penuntasan kasus ini dilakukan sesuai prosedur dengan waktu secepat mungkin. Haqqi menerima tawaran tersebut, dan aksi berhenti dengan damai.

“Mari kita kawal bersama kasus ini sebagai bentuk penyikapan terhadap segala kecurangan yang dilakukan oleh lembaga. Saya ucapkan terima kasih untuk seluruh massa aksi dan Rektor UPN atas tindakan kooperatifnya,” pungkas Haqqi.

Pewarta : Editor :
Kaderizen AamNh7