Masih Membutuhkan ASI | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Masih Membutuhkan ASI

PMII NEWS Online
22 Desember 2018
(Arahan menuju jalan yang baik, Semangat untuk menjalankan hidup yang lebih baik, Inspirasi untuk berkarya)

Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayang Ibu Anda? Betapa berat penderitaannya ketika anda akan dilahirkan?

Tetapi ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang anak. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk anaknya seorang.

Ibu adalah pelita harapan. Disaat orang lain meremehkan anaknya, disanalah Ibu yang selalu memberikan arahan,dan menepuk pundak anaknya dan berkata “terus berjuang jangan menyerah nak, Ibu selalu mendukung mu” Maka dari itu ibu adalah sosok yang selalu memberikan kasih dan sayang penuh pada anaknya.

Ibu juga tak pernah menuntut anaknya untuk jadi sesuatu yang ia inginkan. Ia selalu memberikan arahan kepada anaknya jadilah anak yang baik, ia selalu mendoakan untuk anaknya. Dinginnya pagi tidak menyurutkan langkah Ibu untuk bangun, banyak orang terlena untuk tidur kembali tapi ibu harus bangun lebih awal agar bisa menyipkan makan sebelum anaknya berangkat sekolah, Ibu memang orang yang pantang menyerah. Dinginnya pagi tidak akan menghalangi langkahnya mempersembahkan kasih dan sayang untuk anak-anaknya.

Ibu tidak pernah mengeluh kalau pekerjaannya berat, ia selalu tersenyum dihadapan anak-anaknya, agar anak-anaknya tidak tau dengan beban atau pekerjaannya. Terkadang Ibu marah, namun marahnya hanya ingin anaknya bisa mandiri dan bertanggung jawab. Jika anaknya sakit, Ibulah orang yang pertama khawatir dengan segera ia membawa ke dokter. Ibu selalu berdoa setiap sholat agar anaknya selalu sehat.

Ibu selalu semangat dalam menjalankan hidup. Meski dalam segala keterbatasannya, Ibu selalu berusaha tampil semangat di hadapan anak-anaknya. Ibu yang selalu bekerja dengan giat, Ibu berkata "neng ra kerjo rasane balung ibu rontok kabeh" (Kalau tidak bekerja rasanya tulang jadi rontok).

Maka dari itu ibu adalah insprasi hidup, doa Ibu disetiap sholatnya adalah sumber kekuatan untuk sang anak dalam menjalani hidup. Setiap jalan seakan mudah jika diiringi dengan doanya. Hidup memanglah tidak mudah, namun dengan doa Ibu menjadi dorongan yang membuat lebih berarti. Ibu selalu mendorong anaknya untuk menjadi orang yang pantang menyerah.

Jika gagal jangan sedih, lekas bangkit dan bersemangat kembali. Tidak akan mampu seorang anak membalas budi baik seorang Ibu, walaupun memberikan semua harta dan kesuksesan yang anak miliki.

Ibu memang pernah marah, namun marahnya seorang Ibu adalah demi kebaikan anaknya. Seorang Ibu tidak mau melihat anaknya malas-malasan. Seorang Ibu tidak ingin melihat anaknya menjadi anak yang nakal. Seorang Ibu tidak ingin anaknya menyerah dalam hidupnya. Seorang Ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Sampai ia rela berkorban apa saja demi kebahagiaan anaknya. Terkadang Ibu menabung, menyisakan sebagian hasil jerih payahnya. Kata Ibu “Ini uang ibu simpan agar kelak kamu bisa melanjutkan study hingga tingkat perguruan tinggi.

Ibu tak pernah sedikitpun berpikir tentang kebahagiaan dirinya, Ibu hanya ingin anaknya bahagia. Meski kegagalan demi kegagalan sering menyertai anaknya. Dengan arahan,semangat dari seorang Ibu akan membangkit perjungan anak untuk bertahan dan menjalani kehidupan ini dengan lebih baik.

Tidak ada kata yang pantas diucapkan kepada Ibu selain “Terimakasih Ya Allah, engkau telah memberikan Ibu yang baik.” Ibu adalah sumber inspirasi perjuangan kesederhanaan dan kegigihanya, Ibu yang selalu menjadi sahabat terbaik antara suka dan duka, Ibu yang bisa bercanda dan menangis dengan anak-anaknya.

Ibu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik, hormat kepada orang tua. Ibu selalu menasihati anaknya tak ada hal yang paling membahagiakan seorang Ibu, selain melihat anaknya sukses dan menjadi orang yang baik bagi lingkungannya. Seorang ibu yang baik tidak ingin anaknya jadi perampok,pembunuh,penjahat. Tak mudah memang menjadi seorang Ibu yang penuh sabar dan selalu menyayangi anak-anaknya dari kecil hingga dewasa.

Ibu, engkau selalu mengatakan ’’jangan jadi orang yang malas karena hidup bukan untuk orang malas’’ engkau menunjukkan kepadaku arti sebuah perjuangan dalam hidup. Setiap hari engkau bekerja dengan giat, sesekali engkau menghela nafas karena beratnya beban hidupmu.

Aku tidak pernah berharap menjadi anak orang yang kaya. Bagiku menjadi anakmu adalah sebuah kebahagiaan terbesar dalam hidupku, karena cinta yang tulus dan doa yang selalu engkau panjatkan disetiap sujudmu. Ibu doakan selalu anakmu menjadi anak yang sukses, anak yang kelak dapat membahagiakan keluarga dan mampu membagi kebahagiaan orang lain. Ibu, Arahanmu, Semangatmu engkau Inspirasiku dalam menjalani hidup ini, engkau selalu menjadi pemicu semangatku untuk berjuang. Aku selalu ingat kata-katamu untuk tidak menyerah.

Dalam lelahnya ia selalu memberikan Arahan,dalam lelahnya ia selalu memberikan Semangat dan ia adalah Inspirasi ku. Dalam senyumnya terlantun doa, dari seorang teristimewa bernama Ibu.

Gresik, 19 Desember 2018
Penulis: Bob Nasrin Ketua PK PMII Atas Langit