Kelangkaan Gas Elpiji 3 KG, Inilah 7 Pernyataan Sikap PKC PMII KALBAR | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Kelangkaan Gas Elpiji 3 KG, Inilah 7 Pernyataan Sikap PKC PMII KALBAR

PMII NEWS Online
15 Desember 2018
PMII NEWS Online, Kalbar- Aksi damai yang dilakukan oleh PKC PMII KALBAR (Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Barat) merupakan bentuk kekecewaan warga beberapa hari ini atas kelangkaan gas eloiji 3 kg.

Aksi tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa, meski memadati lokasi. Aksi tetap berjalan dengan tertib, karena juga dikawal oleh pihak kepolisian mulai dari taman digulis Untan A.Yani diteruskan ke PT. Pertamina (Persero) Kalimantan Barat jln. Sutoyo. Jum'at 14/12/2018

Saat ini gas elpiji 3 kg (kilo gram) sangat dibutuhkan oleh mayoritas Masyarakat terutama kalangan bawah. Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg yang semakin langka dan harga naik mulai dari kisaran harga Rp. 15.000-16.000 per tabung, harga kelangkaan kisaran Rp.22.000-25.000 per tabung. Dalam persoalaan kelangkaan LPG tersebut PKC PMII KALBAR sudah melakukan kajian .

Pertama, yang menjadi hambatan di jalur pendistribusian seperti infrastruktur dan prasarana. Kedua, berdasarkan tanyangan oleh tribunPontianak.co.id pada rabu, 12 Desember 2018. Tim gabungan yang tetdiri dari PT. Pertamina (Persero) KALBAR dan dinas koprasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) kota pontianak serta dibantu Polresta Pontianak menggelar inspeksi mendadak (sidak) tethadap sejumlah rumah makan dan restoran yang masih menggunakan Gas Elpiji 3 kg.

Exekutive elpiji PT. Pertamina (persero) Pontianak, Sandi menjelaskan sidak yang dilakukan tim gabungan difokuskan di Wilayah Gajah Jalan Gajah Mada, Diponegoro dan Patimura.

"Hasilnya ada sekitar lima sampai enam rumah makan, hampir semuanya masih menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kg", ungkapnya.

Ketiga, perkara kelangkaan elpiji bersubsidi kemungkinan juga disebabkan adanya penyelewengan atau kerjasama yang terselubung antar pihak penyedia dengan oknum pengusaha tertentu. Sehingga berdampak kelangkaan elpiji bersubsidi.

Dari kajian tersebut bahwa ada pihak pertamina masih belum maksimal dalam melakukan pengawasan dan kontrol bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Hal ini seharusnya pemerintah dan instansi terkait harus lebih tegas dalam menyikapinya.

Berdasarkan kajian tersebut maka Pernyataan PKC PMII Kalimantan Barat;


  1. Menuntut PT. Pertamina Provinsi Kalimantan Barat untuk menerapkan regulasi terkait penyaluran LPG subsidi 3 kg agar tepat sasaran.
  2. Mendesak PT. Pertamina (persero) dan aparat Keamanan Kalimantan Barat membentuk tim investigasi untuk mengatasi kemungkinan penyelewengan atau penimbunan yang dilakukan oleh agen.
  3. Mendesak DPRD Provinsi untuk meminta penjelasan kepada pertamina terkait tetjadinya kelangkaan gas LPG 3 kg, serta melakukan pengawasan tethadap lembaga-lembaga yang memiliki kewenangan tethadap barang yang bersubsidi.
  4. Mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Barat untuk melakukan inpeksi mendadak rutin ke lapangan.
  5. Meminta kepada Satuan Tugas Pangan untuk melakukan operasi pasar.
  6. Menuntut manager PT. Pertamina (persero) KALBAR harus mundur, apabila tidap dapat mengatasi kelangkaan LPG 3 KG ini dalam waktu dekat.
  7. Meminta semua lapisan masyarakat dan pemerintah bersama-sama mengawasi penyalahgunaan lpg 3 kg

Pewarta : Editor :
Rokib AamNh7