Kader PMII Blitar Raya Jadi Korban Pemukulan Oknum Polisi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Kader PMII Blitar Raya Jadi Korban Pemukulan Oknum Polisi

PMII NEWS Online
19 Desember 2018
PMII NEWS Online, Blitar - Sejumlah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar Raya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (18/12/2018).

Aksi para mahasiswa itu menuntut Pemkot Blitar untuk menutup karaoke Maxi Brillian yang digerebek Polda Jatim beberapa waktu lalu. Para mahasiswa menggelar orasi di jalan depan Kantor Wali Kota Blitar. Mereka juga mengadakan aksi teaterikal.

Sebelum ke kantor Wali Kota Blitar, para mahasiswa sempat menggelar aksi di depan Polres Blitar Kota. Para mahasiswa juga berorasi di depan Polres Blitar Kota. Mereka meminta polisi tegas menindak karaoke Maxi Brillian.

Aksi mahasiswa di depan Polres Blitar Kota sempat memanas. Aksi memanas ketika mahasiswa minta perwakilan polisi untuk keluar menemui peserta demo. Tetapi, dari pihak polisi tidak ada yang keluar menemui mahasiswa.

Akhirnya para mahasiswa berusaha memaksa masuk dengan menerobos pagar Polres Blitar Kota.

Sempat terjadi kontak fisik antara para mahasiswa dan polisi. Setelah terjadi kericuhan, akhirnya perwakilan polisi ada yang keluar menemui mahasiswa.

"Saya sempat dipukul bagian pelipis. Teman-teman yang lain juga dipukul polisi," kata M Rifai, salah satu kader PMII Blitar tersebut.

Abdul Ghoni selaku ketua PMII JATIM meminta polisi segera meminta maaf atas insiden pemukulan kader PMII Blitar. "Pihak kepolisian harus meminta maaf," tegasnya.

Ia juga menambahkan, apapun alasannya kekerasan terhadap masa aksi tidak diperbolehkan.

"Saya sangat menyayangkan tragedi itu bahkan ada pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap kader PMII", jelasnya saat dihubungi melalui telfon.

Seperti diketahui, Polda Jatim menggerebek karaoke Maxi Brillian, Senin (3/12/2018).

Polda Jatim diduga mendapati praktik asusila di salah satu room tempat karaoke itu. Polda Jatim menetapkan dua tersangka dalam kasus itu.

Pewarta : Editor :
Kaderizen AamNh7