Resensi Buku Islamku Pergerakanku | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Resensi Buku Islamku Pergerakanku

PMII NEWS Online
12 November 2018
PMII NEWS Online, Resensi Buku - Sebelum berbicara mengenai  apa  yang dibahas oleh penulis dalam buku ini, perkenankan saya untuk sedikit terlibat dalam perdebatan publik mengenai gerakan radikalisme. Saya tidak memungkiri bahwa agama memiliki potensi besar untuk membuat orang menjadi radikal, bahkan militan. Akan tetapi, tentu tidak bisa kita generalisasi bahwa benih-benih radikalisme ada secara inheren pada agama, terutama agama Islam yang selama ini nyaris selalu diidentikkan dengan paham radikal itu sendiri.

Dan, yang perlu dipahami adalah, istilah radikal — yang akhir-akhir ini terus-menerus menjadi perbincangan — jangan serta-merta dipahami sebagai gerakan yang hanya berafiliasi ke satu  agama tertentu. Istilah radikal bisa merujuk pada setiap gerakan apa saja yang secara frontal melakukan atau menanamkan benih-benih pembangkangan, katakanlah paham liberalisme dan paham anarkisme. Kelompok-kelompok yang disebut terkahir ini sama bahayanya dengan paham Sslam garis keras, yaitu sama-sama berpotensi memecah belah kesatuan bangsa.

Nah! Titik inilah yang ingin diklarifikasi oleh penulis melalui bukunya. Penulis ingin menunjukkan bahwa PMII tidak seperti itu.  Dengan kata lain, Ideologi PMII memilki dasar ke-Islam-an dan keilmuan yang sejalan dengan cita-cita luhur agama Islam dan Pancasila.

Mengingat banyaknya paham-paham dan ideologi yang berkembang sekarang ini, terutama di lingkungan akademik, maka buku ini sangat tepat dijadikan sebagai buku pegangan (Handbook) bagi para pemuda-pemudi yang hendak melepaskan masa abu-abunya menuju bangku perkuliahan. Apa sebab? Karena isinya tidak hanya tentang PMII dan ideologinya, melainkan juga tentang sejarah peta pergerakan pemikiran Islam, termasuk juga mengenai sejarah masuknya Islam di Indonesia. Bahkan penjelasan mengenai paham Ahlu Sunnah Wa Al Jamaah (ASWAJA) yang dianut oleh banyak orang di Indonesia, terutam oleh NU dan PMII sendiri dijelaskan dengan cukup terperinci dan mudah dimengerti. Begitu juga dengan penjelasan mengenai sejarah masuknya Islam di Nusantara, yang kemudian menjadi ciri khas ke-Islam-an yang berkembang di Indonesia. Singkat kata, buku ini (sepertinya) memang sengaja dibuat sebagai pegangan bagi siapapun yang ingin mengenal PMII lebih jauh, lebih-lebih bagi mereka yang tertarik bergabung menjadi anggotanya.

Dari hasil bacaan saya mengenai buku ini, ada beberapa poin yang saya temukan: Pertama, buku ini bisa digunakan sebagai konter wacana terhadap wacana Islamfobia dan Islam garis keras; Kedua, buku ini cukup membantu dalam memahami sekte-sekte yang ada dalam Islam; Ketiga, urutannya sistematis, bahasanya ringan dan tidak bertele-tele. Akan tetapi, terlepas dari semua itu, ada satu hal yang tidak saya dapati dalam karya ini, yaitu analisis kritis penulis. Topik yang dibahas memang cukup luas, tapi cenderung naratif dan sama sekali tidak argumentatif. Kesannya seperti sekedar memindahkan tulisan dari satu tempat ke tempat yang lain.  Padahal poin ini sangat penting  untuk dibicarakan secara ilmiah dan terbuka. Hal ini juga cukup menentukan bagi  penulis. Di sana kita bisa melihat orsinilitas dan penguasaan penulis terhadap materi-materi yang ia bicarakan.

Selebihnya adalah ucapan apresiasi kepada penulis yang telah membuktikan bahwa tidak semua mahasiswa, terutama aktivis-gerakan  di zaman milenial ini buta dan lupa akan pentingnya budaya literasi. Karena memang, menulis adalah pekerjaan berat dan bernilai, yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang murahan dan berpikiran instan.

Oleh:
Muhammad Yunus