Download Buku NU Dalam Sikap, Gerak, Dan Langkah 2017 | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Download Buku NU Dalam Sikap, Gerak, Dan Langkah 2017

PMII NEWS Online
13 November 2018

PMII NEWS Online - Tahun 2017 diawali dengan peristiwa penting berupa kelanjutan persoalan Pilkada DKI Jakarta dengan isu SARA yang menyertainya, yaitu dugaan kasus penistaan Al-Qur’an oleh Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Tekanan publik dilakukan dengan menggelar sejumlah demo besar-besaran di akhir 2016 dan dilanjutkan dengan beragam cara pada 2017. Keputusan pengadilan yang memenjarakan Ahok membuat suasana mendingin. Sementara itu, di akhir tahun, kejutan muncul dari Presiden Donald Trump ketika ia memutuskan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sontak, keputusan itu dengan cepat menimbulkan reaksi keras, bukan hanya negara-negara Muslim, tetapi juga negara-negara mitra AS di Eropa Barat. Dalam sidang umum PBB, Amerika Serikat dan Israel kalah telak karena hanya didukung negaranegara kecil.

Di sepanjang, tahun, beragam peristiwa terjadi. Kekuatan teknologi informasi membuat dunia semakin terkoneksi sehingga kejadian di satu benua dengan cepat terwartakan di belahan dunia lainnya. Hal itu pula yang menyebabkan satu isu dikalahkan dengan isu lainnya. Tak banyak isu yang bisa bertahan lama di tengah gempuran informasi yang tiada henti. Kekalahan ISIS di Irak menjadi berita gembira yang patut disyukuri, tetapi bukan berarti radikalisme telah berhenti. Bisa saja para pengikutnya pulang ke negaranya masing-masing dan membikin ulah di tempat asalnya. ISIS sempat berusaha untuk beraksi di Marawi, Philipina.

Pergantian raja di Arab Saudi dan munculnya putra mahkota baru, Pangeran Muhammad bin Salman membawa banyak kejutan. Pangeran muda ini membuat sejumlah kebijakan reformis di negari yang sebelumnya dikenal sangat konservatif ini. Perempuan diizinkan untuk menyetir mobil dan melihat pertunjukan olahraga di stadion. Ia juga berusaha melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan dengan membentuk badan antikorupsi. Perubahan kebijakan keagamaan yang lebih moderat ini akan membawa dampak luas di dunia, termasuk Indonesia mengingat selama ini kelompok Wahabi yang berdakwah di seluruh dunia mendapat dukungan Saudi. Kiai Said Aqil Siroj dan Dubes Saudi Arabia untuk Indonesia Usamah bin Muhammad mengadakan pembicaraan mengenai pengembangan Islam moderat.

Nasib etnis Rohingya di Myanmar berada pada titik nadir. Setelah sebelumnya dimarginalkan, mereka mengalami kekerasan yang menyebabkan lebih dari sejuta orang mengungsi ke Bangladesh. Belum ada solusi komprehensif agar hidup mereka lebih baik. Pemerintah Indonesia bersama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan, termasuk PBNU berusaha meringankan beban mereka dengan memberikan sejumlah bantuan.

Bagi warga NU, peristiwa paling menggemparkan adalah munculnya Permendikbud 23 tahun 2017 yang mengatur soal lima hari sekolah. Sontak saja, kebijakan yang mengancam eksistensi puluhan ribu madrasah diniah yang umumnya beroperasi sore hari seusai sekolah umum ini mendapat penolakan keras dari kalangan NU. Beragam langkah dilakukan mulai dari lobby-lobby ke pemerintah sampai dengan demonstrasi di masing-masing kabupaten kota. Beruntung, pemerintah memahami aspirasi tersebut dan akhirnya kebijakan tersebut dibatalkan dan diganti dengan Perpres 87 tahun 2017 mengenai Pendidikan Karakter.

NU mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah berani membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Organisasi tersebut telah lama berusaha merongrong NKRI dengan ide khilafahnya. Bagi NU, era khilafah sudah selesai dan digantikan dengan negara bangsa. NU berpendapat, tidak ada model khusus bentuk pemerintahan dalam Islam. Semuanya disesuaikan dengan konteks lokalitas dan zaman.

Kelompok-kelompok transnasional yang mengancam kesatuan Indonesia tidak boleh dibiarkan berdiri di Indonesia karena Indonesia didirikan atas kesepakatan para pendiri bangsa yang menginginkan negara bangsa. Kini saatnya membangun, bukan mempertanyakan lagi konsep negara.

Fitnah terhadap para tokoh-tokoh NU terus saja terjadi oleh mereka yang tidak suka dengan perjuangan NU. Dari ujung jari, mereka bisa dengan mudah mengirimkan informasi palsu dan kemudian diviralkan. Beberapa fitnah sempat membuat bingung warga NU seperti yang dihadapi KH Said Aqil Siroj yang difitnah menjual tanah ke seminari di Malang. Kasus ini berakhir di Dewan Pers dengan permintaan maaf dan klarifikasi berita selama beberapa hari berturut-turut.

Pada 2017 ini NU menggelar munas dan konbes di Lombok, NTB. Banyak hal penting dihasilkan dalam pertemuan yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup oleh Wapres Jusuf Kalla ini. Isu redistribusi lahan, fiqih disabilitas, RUU KUHP dan berbagai masalah lainnya menjadi bagian dari pokok pembahasan. Pokok-pokok rekomendasi dari acara tersebut disampaikan dalam acara penutupan, yang akan ditindaklanjuti lebih lanjut secara lebih rinci.

Buku ini merangkup sebagian dari peristiwa-peristiwa penting selama tahun 2017 yang diunggah di NU Online dengan fokus pada kebijakan dan aktifitas dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kompilasi informasi ini merupakan langkah untuk memudahkan pencarian informasi pilihan mengingat saat ini berita diunggah setiap harinya tanpa henti, siang dan malam. Semoga langkah kecil ini bisa mengingatkan akan catatan-catatan penting yang bisa menjadi pelajaran kita dalam melangkah.

Jakarta, Desember 2017
Achmad Mukafi Niam

Download Buku NU Dalam Sikap, Gerak, Dan Langkah 2017