PMII Sambut Baik PERMENRISTEKDIKTI Nomor 55 Tahun 2018 | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Sambut Baik PERMENRISTEKDIKTI Nomor 55 Tahun 2018

PMII NEWS Online
30 Oktober 2018
Foto: Abdul Ghoni (Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur)
PMII NEWS Online - Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),  Jawa Timur, Abdul Ghoni, merespon baik adanya Permenristekdikti nomor 55 tahun 2018.

Peraturan menteri ini disahkan oleh Menristekdikti, Muhammad Nasir, Senin, (29/10/2018) kemarin. Menurutnya, di era globalisasi saat ini marak paham radikalisme yang masuk ke ranah kampus.

“kami mempunyai ruang untuk masuk ke dunia kampus, dan tidak ada lagi peraturan sistem yang menghalangi organisasi kemahasiswaan dibuang dari ranah kampus,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa, (30/10/2018).

Menurutnya PMII sendiri fokus dalam bidang kaderisasi yang bertugas menjadi syiar Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Kembali kepada internal setiap organisasi komitmen menjaga kedaulatan dan ini sudah menjadi kewajiban, selama ini gerakan radikalisme itu masuk ke pendidikan hari ini,” lanjutnya.

Ghoni mengaku kerap temui kendala untuk menggelar kegiatan di kampus.

Padahal Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dinilai dapat menjadi benteng dalam melawan paham radikalisme.

Senada dengan Ghoni, Demisioner PMII Jawa Timur, Zainuddin mengapresiasi pengesahan tersebut.

Menurutnya, pihaknya memang paham betul kondisi perguruan tinggi saat ini menjadi lahan empuk bagi paham radikalisme.

“OKP ini menjadi detektor, untuk bisa mengepung dan melawan paham radikalisme itu,” terangnya.

Oleh karena itu Zainuddin berharap, OKP harus bergerak lebih masif dan didukung legitimasi dari pihak rektorat.

“Setelah pengesahan ini, toh nantinya pihak rektorat dapat me follow up guna terbentuknya legalitas,” harapnya.

Pewarta : Editor :
Kaderizen Herwiningsih