Dualisme | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Dualisme

PMII NEWS Online
12 September 2018
PMII NEWS Online - Ada timur ada barat, ada utara ada selatan, ada atas ada bawah. Tengahnya tidak terhitung. Kaya dengan miskin. Sederhananya tidak kebagian. Ini adalah dampak dari konsep dualisme terhadap pemikiran. 

Terlepas dari menjelaskan dampak dualisme. Penulis hanya akan menggunakannya sebagai percobaan "dekonstruksi" (penataan ulang) terhadap sebuah pemikiran yang terlampau mendarah daging dalam kehidupan sehari hari. 

Konsep dualisme, yang mungkin dalam Al-Qur'an itu (ازواجا) artinya *berpasang-pasangan*, terlalu sering ada hanya dalam sudut pengetahuan, sekedar tahu sahaja. Namun, terlupakan dalam sudut pandang perakteknya. Contoh sederhananya adalah: kalau ada atas, maka (kita tahu) bawah pasti ada, ini sudut pengetahuan. Kalau kita sedang keatas, kita sepertinya sering lupa, suatu saat akan turun kebawah, ini sudut prakteknya. Atau implementasi dari pengetahuan. 

Nah, dari sini, penulis hanya ingin menegaskan bahwa konsep dualisme atau "berpasang-pasangan" dalam Al-Qur'an itu jangan hanya berhenti pada sudut pengetahuan saja. Tapi haruslah sampai pada sudut praktek. 

Mengapa perlu melakukan itu?.  Ya jelas agar pengetahuan akan konsep dualisme ini tidak hanya menjadi omong kosong belaka. Agar berguna sebagai alat untuk menjalani hidu sehari². 

Seperti ini, misalnya. Pasangan dari *harapan* adalah *kekecewaan* sehingga, jika seseorang menaruh harapan terlalu besar terhadap suatu objek, maka haruslah bersiap dengan kekecewaan yang terlalu besar pula. Jika hanya sampai pada sudut pengetahuan, maka bersiaplah untuk menerima kenyataan bahwa hidup seseorang itu akan penuh dengan beban. 

Lalu seterusnya seperti pertemuan dengan perpisahan dan lain-lain.

Oleh : Abdurrahman (Sekretaris PMII Al-Qolam)