Hari Pertama PMII Malang Galang Dana Capai 16 Juta Rupiah Untuk Korban Gempa Lombok | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Hari Pertama PMII Malang Galang Dana Capai 16 Juta Rupiah Untuk Korban Gempa Lombok

PMII NEWS Online
08 Agustus 2018

PMII NEWS Online - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) di Kabupaten Malang melakukan Aksi Penggalangan dana untuk Saudara yang terdampak gempa bumi di Lombok Nusa tenggara Barat (NTB).

Aksi tersebut digelar langsung oleh PC PMII Kabupaten Malanag ini merupakan bentuk sikap Solidaritas kepada korban dampak dari Gempa di Lombok dan sekitarnya.

Misbahul Amin selaku ketua umum cabang PMII Kabupaten Malang menyampaiakan penggalanan dan ini serentak dilasakanakan komisariat dan Rayon seluruh Kabupaten Malang di 7 titik di wilayah Kabupaten Malang dan akan dilaksanakan selama 2 hari.

“Penggalangan dana sendiri terdapat beberapa titik yang akan ditempati penggalngan yaitu di Kepanjen ada dua titik, Gondanglegi ada satu titik, Turen ada 2 titik, Bululawang 2 titik dan di Karanglo ada 1 titik penggalangan dana,” ujarnya.

Amin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua kader PMII yang ikut turun aksi ke jalan dan juga melaporkan hasil penggalangan dana yang dilaksanaka pada hari pertama ini.

"Terima kasih sebesar-besaarnya kepada seluruh Kader yang mau turun panas-panasan ke jalanan menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, dan Alhamdulillah hasil dari penggalangan sahabat sahabat semua di hari pertama ini sudah mencapai 16 juta rupiah,” katanya.

Selain itu PC PMII Kabupaten Malang juga menerima bantuan berupa barang bahan pokok, pakaian dan lain lain, bantuan bisa dikirim langsung ke kantor sekretariat PC PMII Kabupaten Malang Jl. Sudimoro RR.02 RW.02 Dusun Ketawang Desa Ngadilangkung Kec. Kepanjen Kab. Malang.

“Bantuan Dana dan bahan pkok lainnya yang terkumpul tersebut rencananya akan segera langsung disalurkan mengingat kebutuhan warga Lombok yang mendesak,” tutupnya.

Pewarta : Editor :
Hanif Herwiningsih