Fatayat NU KALBAR Sudah 80 Persen Bergerak | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Fatayat NU KALBAR Sudah 80 Persen Bergerak

PMII News Online
26 Agustus 2018

PMII NEWS Online - Konsolidasi dan Penguatan Kapasitas Kader Fatayat NU (Nahdlatul Ulama) di Kalimantan Barat dengan tema, "Mencetak kader Fatayat NU yang berkualitas, Mandiri dan Berdaya Saing" di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, (25/08/18).

Dalam Sambutan Siti Mukarromah, S.Ag, M.Ap Wakil Ketua Pimpinan Pusat bahwa Pengurus Wilayah Fatayat NU sudah berjalan di bawah kepemimpinan Sahabat Farida, tapi ada beberapa hal belakangan yang kekuatannya harus dimasifkan sehingga Pimpinan Pusat Fatayat NU mengambil langkah mengkaretaker struktur pimpinan wilayah Fatayat NU Kalbar.

"Fatayat NU sudah lebih dari 80% sudah bergerak dan berjalan secara masif. Kerangkanya adalah bagaimana melakukan kinerja penguatan pendidikan, pendampingan, aktivitas nahdliyyin, aktivitas tradisi NU, aktivitas sosial dan aktivitas sebagai warga negara. Itu menjadi sebuah kewajiban pertama ketika organisasi ini dibentuk dan didirikan yaitu mengorganisir seluruh perempuan-perempuan produktif yang ada di Nahdlatul Ulama untuk terus bergerak  menjadi perempuan produktif yang akan mengabdikan dirinya kepada bangsa secara baik namun tetap dalam sendi-sendi Alhlusunnah Waljama'ah", paparnya.

"Kami Pengurus Pusat Fatayat NU berikhtiar agar fatayat NU Kalbar jangan sampai menjadi bagian yang diluar 80% Fatayat yang sudah maju
dan berkembang sehingga bisa membangun komunikasi dan
melahirkan kader-kader yang baik yang nantinya layak menjadi panutan serta diperhitungkan oleh provinsi Kalimantan Barat", lanjutnya.

Ia juga mengatakan konsolidasi itu penting untuk membangun jaringan Fatayat NU sehingga menjadi penguatan kapasitas pengurus Fatayat NU kedepan, maka akan sangat rugi jika Fatayat NU Kalbar tidak mampu mengambil posisi itu.

Sementara Kaharudin, S.Ag dalam kesempatan yang sama mengatakan, Kader NU harus menjadi garda terdepan dan  bisa memberikan kontribusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dalam masyarakat.

"Beberapa hari terakhir Kalbar dalam kondisi darurat asap. ini mungkin menjadi ruang dimana kita Kader NU sebagai organisasi kemasyarakatan juga memberikan kontribusi dalam proses menyelesaikan persoalan. Disinilah kapasitas kader diperlukan, maka perlu adanya penguatan untuk merealisasikan itu semua sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat", jelasnya.

"Terkait dengan kepengurusan organisasi pengkaderan menjadi kata kunci. Sulit mencari pengurus yang mempunyai komitmen yang kuat, integritas yang kuat dan memiliki visi misi yang jelas dalam beroganisasi tanpa melalui proses pengkaderan", sambunya.

"Oleh sebab itu sangat penting mengambil pengurus dari kader yang proses kaderisasinya jelas karena untuk mensinergikan dan menyatukan visi misi sebuah organisasi sehingga organisasi itu bisa berjalan optimal", tandasnya.

"Hari ini kemampuan komunikasi sangat diperlukan. secerdas apapun kita kalau komunikasi kita tidak baik, maka akan sulit menawarkan ide dan gagasan. kalaupun terwujud dampak nya kecil, tetapi ketika kita mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak dan mampu bekerja sama maka akan memberikan dampak baik untuk organisasi", ujar Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Waqaf Kanwil Kemenag Kalbar tersebut.

"Untuk menguatkan organisasi Fatayat NU yaitu dengan membangun komitmen terhadap NU. apabila yang kecil tdk dilaksanakan bagaimna yang besar akan didapatkan", tutupnya sekaligus membuka acara Konferwil Fatayat NU Kalimantan Barat.

Pewarta : Editor :
Rika Artika Herwiningsih