Sahabat Fitrah Kader PMII Penemu Pembelajaran Matematika Berbasis Teknologi Digital | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Sahabat Fitrah Kader PMII Penemu Pembelajaran Matematika Berbasis Teknologi Digital

PMII News Online
03 Juli 2018
PMII NEWS Online - Berawal dari ketakutan terhadap matematika dan lunturnya semangat kebudayaan generasi muda, Fitrah Izul Falaq (21) bersama dua rekannya berhasil menciptakan VOC-Games, media pembelajaran matematika berbudaya berbasis teknologi digital (01/07/2018).

Karya itu dirampungkannya sebagai bentuk kontribusi mengisi inovasi pendidikan di Indonesia.

“VOC-Games menjadi salah satu pelopor pembelajaran etnomatematika, sebuah pembelajaran berbasis budaya yang selama ini masih belum dikembangkan secara massif. Bahkan, referensinya sangat sulit kalau kita cari di google.

Tujuannya agar matematika tidak lagi ditakuti, dan juga budaya agar terus dipelajari dan dicintai”
Menurut kader Rayon PMII Al Ghozali Komisariat Sunan Kalijaga itu, permasalahan bangsa sekarang ini dapat diatasi dengan mudah bila mengkaitkannya dengan budaya.

“Budaya itu sangat penting, kalau kita ingin mencari solusi persoalan bangsa, kita hanya perlu mengambil hikmah dari sejarah dan budaya yang telah ada. Sebagai bangsa yang besar, kita telah melalui berbagai macam konflik dan penyelesaian yang apik. Sayang kalau kita tak mau dan takut bila belajar sejarah dan budaya”, tambah pria kelahiran Lumajang itu.

VOC-Games sendiri merupakan kepanjangan dari Victory of Culture yang artinya kejayaan dari kebudayaan. Dimana komponen permainan ini terdiri dari papan permainan, kartu tim, kartu karakter, surat kerajaan, kartu soal, dan kartu misi. Uniknya, konten yang diangkat adalah materi yang tidak banyak ditemukan di sekolah.

Salah satunya adalah kartu karakter yang dapat bercerita tentang biografi Sultan alam bagar, tokoh dalam perang paderi yang berjasa.

Adapun aturan permainannya beber dia, Pertama, Pembentukan 4 Kelompok pemain secara berbeda. Kedua, Mekanisme permainan seperti permainan halma, berjalan dengan mengocok dadu secara bergiliran.

Ketiga, Jika berhenti di area lawan, pemain melakukan scanning barcode. Keempat, Penampilan soal berbasis 3D Augmented Reality dan Kelima, Nominasi pemenang berdasarkan urutan poin tim tertinggi. Yakni, Tim Cerdas, Tim Jenius, Tim Hebar, Tim Kompak.

Selain didukung oleh pembelajaran tradisonal berupa boardgames, VOC-Games juga dilengkapi dengan teknologi augmented reality.

“Jadi, VOC-Games ini mengutamakan interaksi sosial, siswa diajak belajar dengan bermain. Untuk menambah daya tarik siswa, media ini dilengkapi teknologi AR yang memungkinkan siswa menyimak materi melalui audio visual. Jadi tak perlu ada buku yang berat-berat lagi, tinggal scan lewat HP siswa akan belajar”, jelas mahasiswa Universitas Negeri Malang itu.

Pria yang menjabar sebagai Ketua Rayon PMII Al Ghozali itu berharap, dengan hadirnya karya tersebut, dapat membantu siswa tidak takut lagi belajar matematika sekaligus cinta budaya lokal. Karena, Matematika bukan sekedar soal angka.

“Matematika bukan hanya soal angka, budaya juga bukan soal sejarah. Kolaborasi matematika dan budaya dapat menghadirkan pendidikan karakter yang baik dengan pemikiran yang brilian,” kata pria yang membidangi soal game developers itu.

Victory of Culture Games (VOC-Games), sebagai media pembelajaran matematika berbentuk permainan berbasis 3D dan Augmented Reality, karya kader PMII tersebut dinilai sangat efektif untuk siswa dan anak muda yang ingin belajar Matematika.

Penulis: Netizen Warga Pergerakan