PMII Sambas Gelar Seminar Pencegahan Radikalisasi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Sambas Gelar Seminar Pencegahan Radikalisasi

PMII NEWS Online
31 Juli 2018

PMII NEWS Online - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sambas menggelar Seminar Pencegahan Radikalisasi. Senin (30/07/2018) di Aula Pendopo Bupati Sambas.

Acara yang mengusung tema “Bergerak bersama, Stop Radiklaisasi” ini dihadiri oleh undangan dari berbagai unsur yakni Senior PMII, Ormas, OKP, BEM perguruan tinggi hingga OSIS SMA sederajat yag ada di kota Sambas.

Rangkaian seminar yang berlangsung dari pukul 08.00 pagi hingga 11.30 siang itu menghadirkan tiga pemateri dari berbagai unsur. Yusfina Aprija selaku ketua panitia menjelaskan bahwa pemateri berasal dari unsur ormas yaitu PCNU Sambas, Polres Sambas dan Insan Akademisi yang tak lain adalah dosen di IAIS Sambas.

Dalam acara ini Dr. Adnan, M.S.I selaku narasumber yang mewakili PCNU Sambas menyampaikan materi terkait Radikalisme perspektif Islam dan Pencegahannya.

Pihak POLRES Sambas diwakili oleh AKP. Aris Sutrisno, S.Pd menyampaikan materi Radikalisme perspektif hukum dan pencegahannya.

Adapun sebagai pemateri ketiga yang tak lain dari pihak akademisi IAIS diwakili oleh Dr. Hifza Hamdan, M.S.I meyampaikan materi Peran Perguruan Tinggi dan Akademisi dalam mencegah radikalisme.

Heriansyah selaku ketua terpilih PC PMII Sambas menjelaskan bahwa kegiatan ini bermaksud memberi pemahaman generasi muda agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berusaha merusak kedaulatan NKRI.

“Generasi muda menyimpan potensi energi yang besar untuk melakukan perubahan, jangan sampai energi yang besar ini dimanfaatkan oleh ideologi transnasional yang akan merusak NKRI melalui paham radikal pemuda hari ini harus menjadi pelopor gerakan anti radikalisme”, ungkapnya.

Heriansyah menjelaskan, NKRI yang ada sekarang ini adalah amanat kemerdekaaan yang harus dipertahan.

“NKRI ini yang diperjuangkan dengan air mata dan darah jangan sampai rusak oleh paham yang tak sejalan dengan amanat kemerdekaan”, pungkasnya. (Adm)