KOPRI KALBAR Dengan AIMI Diskusi Stunting Dan ASI | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

KOPRI KALBAR Dengan AIMI Diskusi Stunting Dan ASI

PMII NEWS Online
24 Juli 2018
PMII NEWS Online - Sejatinya menjadi seorang perempuan adalah hal yang paling istimewa. mengapa demikian, karena seorang perempuan diberikan kelebihan dan kekuatan yang berbeda dari laki-laki. Mengandung dan melahirkan anak adalah tugas mulia seorang perempuan yang takaran nya tidak bisa dijual belikan bahkan ditukar dengan barang berharga sekalipun.

Mengingat hal itu, (Korps PMII Putri Pengurus Koordinator Cabang Kalimantan Barat (KOPRI PKC KALBAR) melakukan diskusi bersama Asosiasi Ibu menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Kalimantan Barat di Kantor Komisi Yudisial Kalimantan Barat. Sabtu, (21/07/18).

Adapun yang menjadi diskusi tersebut adalah seputar dunia Keperempuanan, dimulai dari bagimana seorang ibu mengimbangi gizi yang diberikan kepada anak, peran aktif seorang suami dalam membantu istri nya dalam tumbuh kembang anak, hingga masalah Stunting dan ASI (Air Susu Ibu) yang menjadi issue terkini di Kalimantan Barat.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) KALBAR Mastika mengatakan bahwa, "Tumbuh kembang dan kecerdasan anak di mulai dari 2 bulan pertama kelahiran", ungkap ibu satu anak tersebut.

artinya, asupan gizi 2 bulan pertama kelahiran anak menjadi hal yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak ketika ia dewasa. oleh sebab itu, seorang ibu wajib menyusui anak nya minimal hingga anak tersebut berusia 6 bulan.

Sementara Rika sekretaris KOPRI PKC KALBAR mengatakan sangat miris sekali terhadap tingginya angka Stunting di Kalimantan Barat.

"Saya sebagai seorang perempuan sangat prihatin sekali mengetahui isu Stunting yang semakin berkembang di Kalbar. Oleh sebab itu kami tergerak untuk mengadakan diskusi khusus terkait masalah ini, karena hal ini bukan hanya masalah seorang ibu melainkan masalah kita bersama agar Anak-anak di Indonesia bisa berkembang dan cerdas", jelasnya. (Diah Indri Sari)