Mewaspadai Hulu Radikalisme Dan Terorisme | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Mewaspadai Hulu Radikalisme Dan Terorisme

PMII News Online
13 Mei 2018
PMII NEWS Online - Dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh rahmat, kita dikejutkan dengan ledakan-ledakan pencabut nyawa di Surabaya. Tak perlu jauh-jauh bicara tentang kegaduhan politik dan ketimpangan ekonomi, sebab jelas muaranya bahwa pelaku terorismenya adalah penganut suatu ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Kongkritnya, berbicara tentang terorisme adalah bicara tentang pertahanan dan perlawanan terhadap sekelompok sel hidup dan sel mati bibit-bibit pengkhianat Negara. Harus ada tindakan nyata, turun jalan dan menampakkan kekuatan secara massif. Sebab tidak cukup hanya dengan seminar-seminar anti terorisme belaka.

Sebagai kader PMII, yang secara tegas menyatakan kesetiannya pada NKRI dan secara keseharian masih bersentuhan langsung dengan basis-basis utama kalangan Intelektual, sudah sepantasnya kita melihat fenomena ini lebih jauh lagi dan mendalam sedalam-dalamnya.

Sudut pandang kita adalah sudut pandang intelektual akademisi, yang sekaligus mengandung instrumen ‘jarak pandang’ dan kesadaran terhadap ruang gerak. Workshop, seminar dan semposium adalah ranah kita, tapi ketika sudah berbicara nyawa, maka jangan berlama-lama kita duduk di forum-forum kajian. Sedangkan kita tahu, radikalis dan teroris itu sudah siap setiap saat untuk melakukan hal-hal yang buruk kepada siapapun.
Nyawa dibalas dengan nyawa memang bukan solusi yang baik, yang justru akan menambah kegaduhan, dan bisa jadi nyawa dibalas nyawa itu adalah yang mereka harapkan. Pertanyaannya kemudian  adalah bagaimana cara kita melawan mereka?

Seminar-seminar dan tanda tangan perdamaian bersama selama ini, hanya menyentuh orang-orang itu saja, lalu untuk apa semua itu kita lakukan jika nyatanya pihak-pihak yang bikin terror tidak kita ajak untuk duduk bersama dan berjanji bersama untuk damai? Meski rasanya mustahil itu terjadi!
Penulis :
Abdul Ghani
Ketua Satu PMII Jawa Timur