Cetak Kader Harapan, PMII Purworejo Gelar Sekolah Kaderisasi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Cetak Kader Harapan, PMII Purworejo Gelar Sekolah Kaderisasi

PMII News Online
11 Mei 2018
PMII NEWS Online - Di tengah kegilaan orientasi pemuda saat ini, menjalani proses kaderisasi dalam wadah organisasi adalah hal langka dan sulit dijumpai. Jika ada, itupun hanya segilintir dari jutaan pemuda. Kondisi yang sama dijumpai pada mahasiswa, yang mana aktif sebagai organisatoris kerap dianggap sebagai kegiatan usang.
Di balik gempuran arus balik budaya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terus berupaya membuka ruang dialektika, ruang literasi dan wadah kaderisasi. Hal itu dilestarikan Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Purworejo melalui Sekolah Kader (SK).

Sekitar 27 Mahasiswa melakukan diskusi di ruang utama Base Camp PMII, Jalan Kartini No 23a Kelurahan Sindurjan, Purworejo, Jawa Tengah. 
Seminggu sejak Jumat (4/5) lalu hingga Kamis (10/5), sejumlah mahasiswa dari tiga kampus berbeda dididampingi 9 fasilitator materi dari PC PMII itu digembleng dan menjalani proses kaderisasi.

"SK menjadi penting untuk lebih mematangkan materi-materi wajib dalam jenjang kaderisasi PMII,” kata Irfan Azian, Senin (7/5). Mereka berasal dari tiga komisariat, UMP, STAINU, dan Komisariat STAIAN, lanjut ketua pelaksana SK PMII tersebut.
Selain pemantapan wacana, kata Irfan, SK menjadi proses penataan jenjang pengetahuan dalam proses kaderisasi agar berjalan dengan lebih sistematis. Jenjang kaderisasi yang dimaksud yakni proses Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba), Pelatihan Kader Dasar (PKD) hingga Pelatihan Kader Lanjutan.

SK merupakan sutau forum informal. “Kegiatan khusus guna mengkaji serta mengaktualisasikan materi. Realita di lapangan ditemukan proses kaderisasi baik di tingkat komisariat atau kampus maupun cabang, terjadi tumpah tindih pemahaman,” jelasnya.

Mengusung tema Mengintegrasikan Pemahaman Doktrin PMII Sebagai Ideologi Pergerakan, PC PMII Purworejo mencoba mengejawantahkan doktrin PMII menjadi ruh dari setiap nafas nafas aktualisasi para kader.

"Pengetahuan kader itu harus runtut, lewat SK ini kita formulasikan agar proses kader dalam berwacana itu tidak semrawut yang berdampak pada pola pengetahuan yang awut-awutan," ujarnya.

Secara mendalam seluruh materi kaderisasi dibagi menjadi 9 bagian kajian. Dari sembilan kajian itu masih dibagi menjadi 9 kelas diskusi. Kesembilan materi yakni, analisa diri, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Islam Nusantara, sejarah bangsa, mahasisiwa dan tanggung jawab sosial (Matajas), gender, ke-PMII-an, PMII lokal, dan antropologi kampus.

"Ke depan, seluruh peserta diharapkan mampu mendampingi proses kaderisasi yang berjalan, menambah pengetahuan kebangsaan dan ajaran Islam Ahlusunah wal Jama'ah kepada seluruh kader, serta mampu menjadi kader ulul albab," harapnya.

Sementara Ketua Umum PMII Cabang Purworejo, Achmad Kholil Maksum berharap SK mampu menunjang sistem kaderisasi yang lebih baik. “Agar tujuan PMII melahirkan pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dapat terwujud,” pungkasnya.

Sumber: NU Online