Siswa Menggelar Aksi Unjuk Rasa, Lengserkan Kepala Sekolah | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Siswa Menggelar Aksi Unjuk Rasa, Lengserkan Kepala Sekolah

06 April 2018
PMII NEWS Online - Para siswa SMAN 2 Kota Malang menggelar aksi unjuk rasa selama 4 (empat) jam untuk melengserkan Kepal Sekolah Dr. Roro Dwi Retno M.Pd, kemarin (05/04/2018).

Seperti yang dirilis koran Radar Malang, aksi demonstrasi tersebut memampang banner kerta yang berisi tulisan luapan emosi para siswa. Seperti, kami tidak butuh pemimpin krisis moral, sekolah bukan penjara dan kami sekolah supaya pintar bukan dibodohkan.

Para siswa itu menduduki sekolah. Mereka menolak dibubarkan sebelum Retno dicopot dari jabatan kepala SMAN 2 Kota Malang. Aksi ini pun terhenti sekitar pukul 10.00 setelah perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim cabang Malang berjanji menindaklanjuti aspirasi mereka. Sore harinya, Retno diberhentikan.
Sebagai gantinya, Disdik Provinsi Jawa Timur menunjuk Tri Suharno sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasek SMAN 2. Dengan demikian, Tri memimpin dua sekolah, yakni SMAN 2 dan SMA Nala Taruna Kota Malang.
”Sementara ini saya ditunjuk dari provinsi untuk menjadi pelaksana tugas,” terang Tri yang juga kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN se-Kota Malang itu.
Penunjukan Tri digelar melalui rapat terbatas yang dihadiri MKKS dan perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Malang. Selain menunjuk Tri sebagai plt kepala SMAN 2 Kota Malang, forum tersebut juga memutuskan Retno sebagai staf di Disdik Jatim.
Apa kerja pertama Tri Suharno? Selain melaksanakan rapat dengan semua guru, dia akan memerintahkan kepada seluruh wali kelas mengendalikan semua siswanya. Harapannya, para siswa bisa fokus mempersiapkan ujian. Sebab, Senin (9/4) seluruh siswa kelas XII melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
”Psikologis semua siswa harus kami kendalikan agar kondusif dan mereka dapat menyiapkan UNBK dengan baik. Ini yang paling prioritas,” tegas dia.
Sementara itu, koordinator aksi Azka Salmansyah menyatakan, aksi tersebut untuk mengkritik sifat Retno. Menurut Azka, sebagai kasek, Retno tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada para siswanya. Bahkan, dia kerap mengolok-olok siswa dengan kata-kata kasar.
”Dia (Retno) itu seenaknya sendiri dan kasar sekali ngomongnya. Nggak cuma siswa, tapi juga beberapa orang tua kami dikata-katain,” terangnya.
Retno juga dituding kerap melakukan hal yang kurang etis kepada murid-muridnya. Seperti yang pernah dialami siswi SMAN 2 kelas XI IPA 1, Kartika Dwi Yantiningsih. Ketika itu, dia meminta izin keluar untuk membeli tali dan itu merupakan sebuah tugas. Namun, justru cacian yang dia dapatkan.
”Dia (Retno) menghardik bukan mendidik. Kami bahkan pernah dipanggil sebagai perempuan panggilan,” papar Kartika.
Sementara itu, Retno tidak bisa dikonfirmasi. Saat unjuk rasa berlangsung, Retno dijaga ketat aparat kepolisian sehingga tidak bisa diwawancarai. Usai aksi, Retno menghilang. Namun saat dihubungi melalui telepon seluler (ponsel), dua nomornya tidak aktif.
Sumber: RadarMalang.id