PMII Kabupaten Malang: Revisi UU MD3 Ciderai Demokrasi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Kabupaten Malang: Revisi UU MD3 Ciderai Demokrasi

09 Maret 2018

PMII NEWS Online - Terkait peresmian Revisi UU nomor 17 tahun 2014 tentang MD3 yang menyebabkan polemik diberbagai kalangan. Mengajak mahasiswa Kabupaten Malang yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pimpinan Cabang Kabupaten Malang membentuk aksi pemberontakan sekaligus penolakan di depan gedung DPRD Kabupaten Malang.

Masa yang digerakkan mencapai kurang lebih 100 orang, yang terdiri dari 4 komisariat PMII Kabupaten Malang. Yakni Komisariat Al-Qolam, STAI Karangploso, UNIRA, dan Ibnu Sina. Semua masa tumpah ruwah menjadi satu menyuarakan aspirasi masyarakat terkait tidak relevannya keputusan DPR yang dianggap sepihak pada Rabu (07/03/2018).

Meski keputusan DPR terhadap Revisi UU MD3 yang disetujui oleh delapan fraksi telah diketok palu oleh Fadli Zone sebagai ketua DPR RI. Tak menyurutkan niat mahasiswa kabupaten Malang untuk melakukan aksi besar-besaran untuk memaksa DPRD Kabupaten Malang untuk menandatangani surat pernyataan tentang penolakan Revisi UU MD3. Sehingga mengakibatkan adanya adu argumen yang cukup lama diantara mahasiswa dan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang Unggul Nugroho. Dia menyatakan. "Kalau hanya menyuarakan tidak setuju baiklah, tapi untuk merubah hasil kesepakatan dari DPR RI terkait itu bukan wewenang kita selaku DPRD", tandasnya.

Menurut Unggul Nugroho, adanya keputusan RUU MD3 bukan hal yang ngawur maupun sepihak. Karena apa yang menjadi keputusan DPR RI sudah pasti melewati kesepakatan bersama yang pada akhirnya diajukan dan ditanda tangani oleh presiden.

Lain halnya dengan Misbahul Amin selaku ketua umum Pimpinan Cabang PMII Kabupaten Malang sekaligus koordinator lapangan menyatakan "Hasil revisi yang disahkan oleh DPR RI setiap pasalnya sudah mencederai demokrasi. Lihat saja pada pasal 73, pasal 122, dan pasal 225 bukan malah meningkatkan demokrasi, justru mengalami kemunduran", ungkapnya.

Pewarta : Herwiningsih