Catatan Di Hari Perempuan Internasional untuk Perempuan Generasi Millennial | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Catatan Di Hari Perempuan Internasional untuk Perempuan Generasi Millennial

PMII News
09 Maret 2018

PMII NEWS Online - Hari ini, Kamis (8/3/2018) adalah Hari Perempuan Internasional, merupakan hari special bagi kaum perempuan. Hari yang bukan sekedar bentuk perayaan, namun kontribusi dan peran perempuan juga menjadi sorotan.

Kaum perempuan dari berbagai belahan dunia punya cara yang berbeda dalam merayakan hari penting ini, ada yang merayakannya dengan kegiatan diskusi, penampilan karya seni, pembagian bunga hingga aksi turun ke jalan dan lain sebagainya. Inti semua gerakannya adalah sama, yakni untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam memperjuangkan kesetaraan laki-laki dan perempuan.

Dalam catatan sejarah, ada banyak versi untuk asal mula dari adanya hari perempuan sedunia ini, hingga akhirnya pada tahun 1977 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meresmikan tanggal 8 Maret sebagai hari perayaan tahunan untuk kaum  perempuan.

Namun bagaimanapun kisah asal mulanya, tentu yang diperjuangkan adalah sama, yakni perempuan. Hingga detik ini, pencapaian perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya terlihat sudah naik satu tingkat, meskipun belum mencapai kesetaraan.

Pencapaian itu seperti akses pendidikan yang semakin terbuka untuk perempuan, perempuan sudah mulai banyak bekerja di pemerintahan, meskipun belum pada posisi sebagai pengambil keputusan, sebagian perempuan sudah mulai berkecimpung di ranah politik meskipun tidak mencapai target namun keikutsertaan perempuan semakin diperhitungkan, pada pilkada serentak tahun 2018 ini misalnya, perempuan bukan lagi sekedar aksesoris atau pun pemanis, tapi mereka adalah para perempuan hebat yang bisa ikut berkompetisi bahkan punya daya electoral tinggi, sebut saja dua nama calon gubernur perempuan yaitu Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur dan Karolin Margret Natasa di Kalimantan Barat, keduanya merupakan perempuan yang telah lama malang melintang di dunia politik. Jadi, perempuan kini dalam mengejar ketertinggalannya, bukan lagi sekedar memenuhi jatah kuota partai, karena posisi-posisi penting yang telah dijabat oleh perempuan selama ini pun hasilnya tidak mengecewakan.

Kemudian beberapa hal yang menjadi catatan bagi kaum perempuan untuk konteks yang agak kekinian terutama untuk perempuan generasi millennial yang menjadi PR besar adalah bahwa keanekaragaman media massa di tengah masyarakat semakin memperluas penjualan tubuh perempuan. Anehnya, sebagian perempuan millennial justru menjadikan diri mereka sendiri sebagai objek seks. Sehingga apa yang dipertontonkan media, baik dalam iklan dan lain sebagainya dipenuhi dengan tubuh-tubuh mereka.

selain itu, perempuan generasi millennial pun yang begitu narsis di media sosial, cenderung cuek dengan keadaan sekitarnya, kesehariannya hanya menjadi ajang pamer, sibuk beli busana dan liburan ke tempat-tempat cantik hingga lupa makan dan lain-lain. Terlalu berlebihan dalam mewarnai gaya hidup demi terkesan glamour di media sosial. Tak hanya soal busana dan liburan saja, mereka kemudian semakin disibukkkan dengan kegiatan berdandan untuk menopengi parasnya hingga lupa dengan permasalahan kaumnya, sehingga pasar kosmetik pun menyesuaikan diri untuk selalu update dengan produk-produk baru, di sisi lain di berbagai media sosial bermunculan pula tutorial-tutorial make up dengan berbagai macam versi sesuai kebutuhan perempuan. Hingga ada gerakan hastag #PowerofMakeup. Fenomena ini hanya akan semakin memenjarakan perempuan pada persoalan lama. Apalagi secara statistic, jumlah pejuang kaum perempuan lebih sedikit dari pada yang berdiam diri dan pasrah dengan budaya patriarki.

Untuk itu, semoga di Hari Perempuan Internasional ini, kaum perempuan kususnya dari generasi millennial bisa mawas diri dengan pula melihat keadaan kanan kiri, keadaan kaumnya yang masih banyak harus diperjuangkan menuju kesetaraan dan keadilan.

Penulis : Putriana