Ketidakwarasan Eyang Saat Konferensi Cabang PMII Bandar Lampung | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Ketidakwarasan Eyang Saat Konferensi Cabang PMII Bandar Lampung

PMII News
20 Desember 2017
PMII NEWS Online - Demokrasi tertinggi Pengurus Cabang PMII Bandar Lampung dinodai akibat ketidakwarasan si eyang. Intervensinya telah mengugurkan semangat demokrasi mahasiswa-mahasiswa NU yang tergabung di bawah naungan PMII Bandar Lampung.

Beliau Datang ke lokasi Konfercab (Konferensi Cabang) pada pukul 22.00 WIB, kemudian memanggil Ketua-ketua Komisariat se-Kota Bandar Lampung dan mengintruksikan untuk yang berada di lokasi hanya 4 orang dari keterwakilan Rayon dan Komisariat. Tidak lama berselang polisi datang dengan menyatakan ada pertikaian, padahal tidak sama sekali adanya pertikaian di arena Konfercab, karena kondisi sedang kondusif dan sidang sedang dalam waktu skorsing. Ini ditenggarai juga adalah upaya si eyang yang memanggil polisi dengan merekayasa informasi, tak lama berselang Banser pun datang. Sudah tentu ini sebuah request dari sang eyang, yang empunya si gedung PWNU tersebut.

Lalu Konfercab berlanjut lagi, dengan ketidakwarasan si eyang intervensi tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Ia mengutus orang untuk mengintervensi forum, dalam hal ini Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Lampung sejak awal pembukaan Konfercab (17/12) tidak ada di lokasi dengan tiba-tiba sudah berada di lokasi.

"Si Eyang sungguh sangat luar biasa dalam mewujudkan kepentingannya".

Proses persidangan pun terus berlanjut sampai pada kriteria Calon Ketua. Dan tak lama setelah ditetapkan kriteria muncul 2 (dua) kader yang juga Pengurus Cabang sebelumnya dan anehnya ada sosok penting, yaitu Bendahara Umum. yang seharusnya ia melaporkan pertanggungjawabannya pada saat Laporan Pertanggungjawaban (LPj) namun tidak ada di sana, tapi muncul pada saat dicalon kan.

Ini kenapa? hal ini menjadi sebuah pertanyaan bagi seluruh kader dan alumni PMII Bandar Lampung maupun Lampung pada umumnya yang hadir dan menjadi peserta Konfercab.

Baca Juga: Senior Selalu Meneror

Bukan hanya sampai di situ saja, beberapa kader PMII pun sempat menanyakan perihal maju atau tidak dirinya sebagai calon Ketua Umum dan selalu mengutarakan tidak ada keinginan maju sebagai calon Ketua Umum dikarenakan ia telah menjadi jurnalis di salah satu media swasta yang bertempat di kota Bandar Lampung, Namun terus dipaksa untuk maju sebagai calon Ketua Umum.

Yah nampaknya ini merupakan kehendak si eyang..!!

Lalu setelah dinyatakan lulus dalam verifikasi berkas, calon mengemukakan visi dan misi dihadapan pimpinan dan peserta sidang. Kemudian peserta penuh, mulai melakukan pemungutan suara dan dilanjutkan dengan penghitungan.

Dan yahhh. Alhasil seperti apa yang sudah di harapkan. Mantan Bendahara Umum ini pun mendapatkan suara lebih banyak, dengan selisih satu suara saja dari lawannya akibat intervensi si eyang.

Selamat eyang!
Kamu sungguh luar biasa
Telah merebut kemerdekaan para kader.
Untuk berkontestasi dalam hajat demokrasi cabang.


Penulis : Shs