Enam Pernyataan Sikap Oleh PMII Sidoarjo Atas Pengakuan Donald Trump | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Enam Pernyataan Sikap Oleh PMII Sidoarjo Atas Pengakuan Donald Trump

13 Desember 2017
PMII NEWS Online - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo melakukan aksi mengecam Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel di traffick light Alun-alun Sidoarjo, Minggu (10/12/2017) malam.

Satu persatu perwakilan aktivis yang melakukan orasi, mengecam keras sikap sepihak presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut. PMII juga mengajak masyarakat Sidoarjo untuk mengutuk sikap Donald Trump itu.

"Semoga apa yang kami suarakan malam ini dapat terdengar oleh Donald Trump dan semoga Donald Trump sadar bahwa apa yang dia sampaikan adalah kesalahan yang sangat besar," kata kordinator aksi, Moh. Hoiri.

Kecaman yang sama juga disampaikan Ketua Umum PMII Sidoarjo, Lucky. Menurut Lucky, pernyataan Donald Trump akan semakin memperpanjang konflik antara warga Palestina dengan Israel.

"Pernyataan Donald Trump ini sangat melanggar konstitusi internasional, sehingga Donald Trump perlu diadili," terangnya.

Dalam aksi itu, PMII Sidoarjo membakar keranda bertuliskan Presiden Donald Trump. PMII juga menyatakan sikap atas pengakuan Donald Trump itu. Berberapa poin itu antara lain:
  1. Kami seluruh warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Sidoarjo mengajak masyarakat Sidoarjo, mengutuk keras sikap sepihak presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  2. Kami seluruh warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sidoarjo untuk berdoa bersama-sama agar Donald Trump segera terkena azab dari Allah SWT.
  3. Kami seluruh warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sidoarjo menuntut PBB atas Kemerdekaan Palestina dan adili Donald Trump.
  4. Kami seluruh warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menuntut kepadanya pemerintah kabupaten Sidoarjo dan Presiden Jokowi untuk terus membantu proses kemerdekaan Palestina dan juga menolak Kota Yerussalem sebagai bagian dari negara Israel yang terkutuk.
  5. Kami seluruh warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sidoarjo menolak keras Yerussalem sebagai ibu Kota Israel berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB No. 2253 tanggal 4 Juli 1967 hingga Resolusi No. 71 tanggal 23 Desember 2016 yang pada pokoknya menegaskan perlindungan Yerussalem terhadap okupasi Israel.
  6. Kami seluruh warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menuntut dan menyampaikan kepada PBB dan ke Dubes AS untuk menjadikan Kota Yerussalem sebagai simbol perdamaian dunia.

Usai melakukan aksi, para aktivis yang datang dari berbagai perguruan tinggi swasta di Sidoarjo itu kemudian membubarkan diri.

Sumber :
www.beritajatim.com