PMII KKR Aksi Turun Jalan, Menuntut Pihak Bandara Internasional Supadio | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII KKR Aksi Turun Jalan, Menuntut Pihak Bandara Internasional Supadio

PMII News
15 November 2017
PMII NEWS Online - Diketahui bahwa Bandara Internasional Supadio mengalami kebanjiran. Sehingga 12 penerbangan dengan tujuan ke Bandara Internasional Supadio dibatalkan dan 36 penerbangan dinyatakan delay. Selain Runway kebanjiran, pernah juga terjadi kerobohan atau ambruknya plafon pembangunan Bandara Internasional Supadio yang menimpa bagian kursi calon penumpang. Dalam hal ini menjadi catatan penting untuk PT Angkasa Pura II dalam menentukan arsitektur sehingga pembangunan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Bandara Internasional agar tidak terjadi hal sedemikian, ini juga menjadi tugas Pemerintah Daerah untuk dapat memberikan solusi terkait masalah tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Selasa (14/11/2017) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Kubu Raya (PMII KKR) memiliki iktikad baik dengan melakukan aksi yang ditujukan kepada PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Internasional Supadio.

Dengan mengajukan empat tuntutan, pertama, memperbaiki kualitas Runway Standar Bandara Internasional Supadio. Kedua, Transparansi Anggaran Pembangunan Bandara Internasional Supadio. Ketiga, Menunjuk Arsitek yang profesional Standar Internasional. Keempat, DPRD Kabupaten Kubu Raya agar membentuk  Pansus terkait pembangunan Runway Bandara Internasional Supadio yang tak layak pakai.

Aksi dimulai pada pukul 15.00 wib dengan rute demonstrasi di Bundaran Jalan Arteri Supadio dilanjutkan ke kantor DPRD Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Sungai Raya.

Ketua Cabang PMII Kubu Raya mengatakan, "Bandar udara adalah sebagai pusat penyebaran dan pintu gerbang kegiatan perekonomian Nasional dan Internasional. Terlebih Bandara Internasional yang notabene nya adalah Badan Usaha Milik Negara, jika terjadi ketimpangan maka yang malu adalah Negara Indonesia, terutamanya kita masyarakat Kabupaten Kubu raya,” ungkapnya.

“Seharusnya PT Angkasa Pura II bisa menyiasati masalah seperti ini agar tidak merugikan Negara. Bagaimana bisa Bandara sekelas Internasional kebanjiran? Ini perlu dipertanyakan terkait Pembangunannya berarti tidak standar Internasional, apakah anggarannya tidak cukup, ataukah memang ada kongkalikong didalamnya. Ini yang harus kita kawal karena menggunakan APBN yang ada di BUMN, ini adalah aset Negara yang ketika terjadi hal seperti ini akan sangat merugikan Negara" lanjutnya.

Selain itu Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendatangi PT Angkasa Pura II terkait tuntutan pada Senin 20 November 2017 mendatang.

Pewarta : Editor :
Rika Artika Herwiningsih