Kontra Terkait Kegiatan SKK, Inilah Klarifikasi Ketua KOPRI Jawa Timur | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Kontra Terkait Kegiatan SKK, Inilah Klarifikasi Ketua KOPRI Jawa Timur

PMII News
11 November 2017
PMII NEWS Online - Korps PMII Putri Pengurus Koordinator Cabang  Jawa Timur (KOPRI PKC Jatim) menyelenggarakan kegiatan SKK (Sekolah Kader KOPRI). Pada Kamis (9/11/2017) yang dilaksanakan di Balai Diklat Kementrian Agama Jawa Timur sampai hari Sabtu (11/11/2017).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa delegasi dari 9 cabang KOPRI di Jawa Timur. Yang berasal dari empat zona daerah. Yakni Zona Metropolis, Zona Pantura, Zona Madura, dan Zona Tapal Kuda. 

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah “Sebagai bentuk meningkatkan kapasitas kader PMII putri sebagai kader militan”, tutur Sahabat Nafis Ketua KOPRI PKC Jawa Timur.

Namun, Acara yang berlangsung selama tiga hari itu menuai kontra di kalangan KOPRI Cabang. Kontra ini terjadi dikarenakan pertama, acara tersebut tidak sesuai dengan Term Of Reference (TOR). Salah satunya Rundown acara yang tiba-tiba berubah. Seperti yang dikabarkan bahwa Talkshow yang seharusnya dilaksanakan pada saat pembukaan diundur pada Sabtu (11/11/2017).

Yang mana salah satu pemateri Talkshow tersebut adalah Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa salah satu bakal calon Gubernur Jawa Timur. Diundurnya Talkshow tersebut diduga karena menyesuaikan dengan waktu ibu Khofifah.

Kedua, kegiatan itu terkesan kental dengan kepentingan politik. Sebab selain ibu Khofifah, di acara tersebut juga mengundang beberapa anggota politisi lainnya. Diantaranya, Drs. H. Hasan Aminuddin, Msi sebagai anggota DPR RI, Wakil Bupati Lamongan Dra. Hj. Kartika Hidayati, MM., MHP, dan anggota DPRD Jawa Timur H. Anwar Sadad, M. Ag.

Ketiga, panitia yang tidak konsisten dengan kebijakan yang dibuat bahwa setiap cabang harus mendelegasikan 2 orang. Ini terlihat dari panitia yang diam saja dengan delegasi cabang yang lebih dari 2. Dan tidak ada ketegasan dari panitia terhadap persyaratan peserta yang tidak terpenuhi masih diijinkan mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk menanggapi kontra tersebut, Nafis selaku ketua KOPRI PKC Jawa Timur mengklarifikasi “Jika TOR acara yang tidak sesuai itu wajar saja, dan dugaan terjadinya indikasi politik dalam acara itu, menurut saya itu hanya perspektif mereka. Sedangkan untuk panitia yang tidak konsisten terkait peserta bukan bermaksud apa-apa. Hanya saja kita berusaha memaklumi kepada peserta yang sudah jauh-jauh datang untuk mengikuti kegiatan ini. Sebab kurang etis jika kita harus menolak kedatangan mereka”, ungkap Nafis saat diwawancarai oleh PMII News Online.

Pewarta :
Herwiningsih