Kisah Di Bhumi Djawa | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Kisah Di Bhumi Djawa

PMII News
05 November 2017
Suah meradang meminta kekuasaan
Ooopss...
Ralatlah pembicaraanku ini
Mereka merebut dan berebut
Demi apa tuan?
Cukup demi NKRI, jawabku

Taukah cerita ini?
Yang kulihat heroisme
Darah dan airmata
Susah sudah......
Memperbincangkan sejarah

Hentikan sejenak pena ini
Kisah -kisah ritus itu...
Tak hanya milik mereka semata
Turut memperkarakanya dalam kisah ini
Bukan lah salah...??
Dengan lantang suara heroik merobek- mulut haru asing

Bhumi jawa telah menjadi penonton..
Ihwal berarti tak mudahnya menjadi amnesi
Gaba-gaba terpasang, simbol kejayaan
Namun,  taukah sahabat?
Sukma ini ingin mendongeng
Disetiap tarian pena..
Ingin ku tulis sebagaimana mestinya..
Karena kebenaran akulah yang rasa
Seutuhnya bersama manusia-manusia djawa

Ku jahit kain lusuh dengan hikmad
Haiiiiiiiii..!!!!!
Belum selesai sahabatku
Kau mengambil dan mengenakkannya
Dengan caramu sendiri
Ahh sudahlah..
Silahkan kau bermain dengan kognisimu sendiri..

Dongeng lawar mulai membuai
Menjadi cerita ganting
Di telinga biadat
Yang menjadikannya budak  gial

Haii... pemuda
Kau coba menyuarakan kepedihanku bersamamu
Hentikanlah dari suara lantangmu untukku
Bercerminlah !!!
Jangan biarkan jubahmu bercorak hina..
Bermandikan keringat peperangan

Bukan sudah selesai sahabatku..
Rapikan jubah yang membalut tubuhmu
Sudah tak ada lagi perang fisik
Karena kognisi yang lebih pantas menjadi panglima perang.

Ku tak menuntutmu untuk bermandikan air mata kesengsaraan
Namun mau tak mau mandilah dengan airmata kebanggan


Karya: Devi Ainun Nur Azlin