KH. Maman Imanul Haq: Tanpa NU Indonesia Mungkin Akan Tinggal Nama | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

KH. Maman Imanul Haq: Tanpa NU Indonesia Mungkin Akan Tinggal Nama

16 November 2017
PMII NEWS Online - Halaqoh Kebangsaan, Pelantikan dan Peresmian Kantor Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kalimantan Barat masa khitmad 2017-2022 di Hotel Dangau Kubu Raya. Rabu, (15/11/2017), yang dihadiri langsung oleh Ketua LDNU Pengurus Pusat KH.Maman Imanul Haq.

Beliau mengatakan bahwa NU mempunyai sejarah yang luar biasa untuk kemerdekaan Indonesia.

"Saya harus menegaskan kembali momen kebangsaan kita, karena tanpa NU kita tidak akan selamat dari PKI, tanpa NU Indonesia mungkin akan tinggal nama. Pada saat itu semua para kiyai dan santri ada di garda terdepan”, tegasnya.

“Beberapa tokoh NU kalau diurus kepangkatannya bisa jadi jendral, tetapi akhirnya beliau mengundurkan diri dari militer, mereka memilih ke pesantren, lebih memilih investasi yang lebih hebat yaitu pendidikan karena jihad bagi NU bukan mengangkat senjata tetapi mencerdaskan kehidupan bangsa", sambungnya.

Senada dengan Ketua LDNU Kalimantan Barat (Kalbar) Dr.Saifuddin Herlambang, MA menyampaikan dalam proses pembukaan kegiatan tersebut bahwa keberlangsungan halaqoh kebangsaan merupakan upaya yang sangat kuat yang dilakukan oleh NU kepada bangsa ini untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Halaqoh kebangsaan yang diusung oleh LDNU sebuah upaya yang sangat kuat dari NU sendiri menjaga NKRI dan keutuhan bangsa Indonesia sesuatu yang sangatlah susah, untuk itu sebagai wujud dari kerja kita terlaksanalah halaqah kebangsaan", ungkapnya.

Ia juga menambahkan, Indonesia bisa mempertahakan keutuhan bangsa Indonesia salah satu penyebabnya adalah karena di dalam ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa sekaligus menjadi bagian dari pendiri bangsa ini.

“NU merupakan salah satu ormas yang memperkuat persatuan dan kutuhan NKRI sekaligus bagian dari pendiri NU”, tegasnya

Sementara, Rois Syuriah PWNU Kalbar Drs. Syahrul Yadi, M.Si mengatakan, "Sebagai kader NU kita harus membawa spirit NU, memperkuat kesepakatan permanen diantaranya Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ikka, dan NKRI", jelasnya.


Pewarta : Editor :
Rika Artika Herwiningsih