MAPABA PMII Banda Aceh, Dari 83 Calon Anggota Tersaring Menjadi 43 | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

MAPABA PMII Banda Aceh, Dari 83 Calon Anggota Tersaring Menjadi 43

30 Oktober 2017
PMII NEWS Online - Kegiatan yang diikuti oleh 83 calon kader dan setelah dilakukan screening test tersaring 43 peserta yang berkomitmen menjadi kader PMII Banda Aceh dan akan mengikuti setiap tahapan kaderisasi sampai selesai.

Hal itu disampaikan oleh Akmaluddin, Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda Aceh dalam pembukaan acara Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII di Aula Gedung Pemuda Aceh, Lamprit, Sabtu (28/10/2017).

"Mapaba ini adalah agenda rutin yang wajib diadakan setelah proses penerimaan mahasiswa baru di kampus," sebut Akmal dalam rilis yang diterima acehnews.co.

Ia menyebutkan kegiatan Mapaba PMII itu dilaksanakan bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan bergabung sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), diharapkan mampu memberikan pemahaman terhadap mahasiswa sebagai agent of change.

Mapaba dengan tema "Melahirkan Kader Muda yang Bertaqwa dan Profesional"  ini juga menjadi spesial karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-89.

"Sudah seharusnya mahasiswa juga tidak sekadar belajar apa yang diberikan di dalam perkuliahan di kampus, namun pengetahuan dan pemahaman serta keterlibatan dalam berorganisasi juga diperlukan,” harap Akmal yang juga mahasiwa Universitas Serambi Mekkah ini.

Mantan Ketua Umum PC PMII Banda Aceh 2006-2007, Sahabat Musbaruddin yang hadir dan membuka acara tersebut mengajak para peserta untuk aktif mengikuti setiap materi-materi yang disampaikan, karena itu akan menjadi bekal sebagai kader PMII.

Pembukaan acara Mapaba PMII itu turut dihadiri oleh jajaran senior dan kader-kader PMII di Aceh. Adapun materi yang disampaikan dalam Mapaba itu diantaranya; Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA), Nilai Dasar Pergerakan PMII, Mahasiswa dan Tanggung jawab Sosial, Keorganisasian PMII, Wawasan Kebangsaan dan Studi Gender.

Penulis: Fauzan (Citizen Warta Pergerakan)