Diskusi Sejarah Di Hari Sumpah Pemuda, PMII STITDAR: Pentingnya Mendalami Sejarah | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Diskusi Sejarah Di Hari Sumpah Pemuda, PMII STITDAR: Pentingnya Mendalami Sejarah

PMII News
30 Oktober 2017
PMII NEWS Online - Dalam Rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Komisariat Persiapan STITDAR PMII Cabang Kabupaten Kubu Raya (KKR) mengadakan diskusi dengan tema Mendalami Sejarah dan Memaknai Sumpah Pemuda bagi Mahasiswa, bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Kubu Raya, (28/10/2017).

Diskusi tersebut diisi oleh Ketua Cabang PMII KKR sahabat Farianto. Dalam pemaparannya ia  menyampaikan bahwa sebagai Mahasiswa khusus nya keluarga Pergerakan adalah hal yang wajar mendalami sejarah dan memaknai tujuan Sumpah Pemuda agar mengetahui sejarah bangsa yang mana pada saat itu perjuangan pemuda sangat luar biasa.

"Militansi para pemuda dahulu untuk mempersatukan para pemuda di Indonesia dengan beragam suku dan agama, tujuan nya hanya satu yaitu Kemerdekaan Indonesia dengan perjuangan yang tidak mudah", paparnya.

"Memaknai hal tersebut hari ini kita patut bersyukur karena hanya tinggal meneruskan Perjuangan saja, tugas kita sekarang bukan lagi berperang namun menjaga persatuan dan kesatuan di Tanah Ibu Pertiwi ini untuk sebuah kesejahteraan yang merata, dan kita tidak boleh lemah untuk mengeksploitasi potensi-potensi yang ada pada diri kita karena beratnya persaingan di Era Globalisasi", lanjutnya.

Ketua Komisariat Persiapan PMII STITDAR (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Ulum) Kubu Raya sahabat Muhammad Suud menyampaikan rasa terima kasih nya atas bimbingan langsung dari Cabang PMII KKR dalam melaksanakan diskusi tersebut.

 "Terimakasih Dari Keluarga Besar PMII Komisariat Persiapan PMII STITDAR atas bimbingan Ketua Cabang PMII Kubu Raya. Dengan adanya diskusi seperti ini, para Mahasiswa STITDAR dapat memaknai pentingnya mendalami sejarah Bangsanya.  Harapan tahun depan dapat kita laksanakan lebih baik dari sekarang, agar perjuangan para Pahlawan kita tetap dikenang, sehingga bangsa yang besar  ini tak dapat terpecah belahkan", imbuhnya.


Penulis: Rika Artika (Citizen Warta Pergerakan)