Tuntutan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas Soal Bullying | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Tuntutan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas Soal Bullying

23 September 2017
PMII NEWS Online - Dari hasil pertemuan dengan pihak kampus kemarin ada beberap catatan yang penting untuk segera dilakukan:
Ilustrasi: sumber foto bisamandiri.com
Ternyata kampus belum melakukan pemeriksaan saat itu kepada para mahasiswanya. Ini terlihat dari pertanyaan berulang ulang dari teman teman organisasi disabilitas yang hadir bertemu warek 3 Irwan Bastian di Gedung Rektorat Gunadarma. Yang pada akhirnya beliau menjawab itu beum dilakukan.

Pihak kampus bilang akan menyelesaikan kasus ini sebaik baiknya. Justru ini yang bermasalah, terbukti hari ini kampus bilang ‘anak tidak autis’. Diluar perdebatan ini dan sensitifnya perkataan ‘Autis’ ini penting harus objektif dan berpatokan pada video itu yang memang perlu pendalaman ahli. Oleh karena itu menuntut pihak Kementerian Kesehatan dan praktisi dibidang ini untuk melakukan observasi. Jangan sampai proses mencari keadilan ini tersumbat karena debatable yang tidak perlu.

Pernyataan keluarga ke media tidak akan damai dalam kasus ini. Menyatakan keluarga butuh dukungan public, tidak bisa dibiarkan sendiri dengan pihak kampus. Butuh keterlibatan pendampingan hukum, pendampingan psikologis.

Permintaan keluarga tidak damai ada sinyal yang perlu digali lebih dalam dari pihak keluarga. Artinya keluarga menganggap telah terjadi kekerasan luar biasa yang terjadi pada F. terbukti keluarga sangat shock, tidak bisa ini dilihat sebagai kejadian biasa saja oleh pihak kampus. Bahwa ada kebutuhan mendesak dari keluarga dalam pendampingan hukum.

Menristek Dikti diminta membentuk tim independen agar keluarga ada ruang memperjuangkan. Tidak bisa keluarga berhadapan sendiri dengan kampus

Pernyataan kampus yang terlalu terburu buru F bukan penyandang disabilitas patut dipertanyakan. Ini adalah motif membuat kabur kasus ini dan gerakan masyarakat yang terlanjur peduli diberhentikan langkahnya, padahal jelas jelas dalam video terjadi bully terhadap F

Untuk itu Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas menuntut:


Keterlibatan tim independen dalam kasus ini, agar masyarakat terutama masyarakat yang bergerak dan peduli hak hak penyandang disabilitas mendapatkan kejelasan. Jangan lagi terjadi kekerasan berlapis dengan tidak menyertakan para penyandang disabilitas yang peduli terhadap kasus ini.

Pernyataan kampus sangat tidak membuka diri, dan menyebabkan kasus ini akan tenggelam. Yang pada akhirnya F bisa jadi korban berulang

Pernyataan kampus tentang tidak Autis tidak boleh serta diterima begitu saja, masyarakat perlu mendengarkan dari ahlinya, untuk itu perlu segera membentuk tim independen yang terdiri dari beberapa ahli yang dianggap dapat bertanggung jawab dalam menyatakan situasi tersebut

Wakil Rektor 3 menyatakan sudah membentuk tim investigasi, tentu saja tim investigas harus independen, dan itu tidak mungkin bila hanya terdiri dari orang kampus saja. Meminta kepada Menristekdikti, para praktisi yang ditunjuk untuk terlibat.

Kelambatan langkah kampus dalam segera menyelesaikan kasus ini, menjadi sinyal ada itikad tidak baik, dan proses proses mediasi yang berujung damai, padahal keluarga tidak mau.

Meminta masyarakat peduli hak hak penyandang disabilitas untuk mendukung keluarga korban.

Meminta Menristek Dikti untuk lebih objektif melihat kasus ini. Dan tidak memihak kampus, karena keluarga sedang mencari keadilan.


Dalam waktu dekat Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas akan melakukan hal hal sebagai berikut:

Mendorong proses hukum yang diminta keluarga, dengan beraudiensi dengan Kapolri agar kasus ini tidak menguap begitu saja dan keluarga mendapat keadilan se adil-adilnya

Meminta Menristek Dikti agar kampus terbuka menyampaikan informasi atas langkah langkah yang diambil, karena pengamatan kami sudah seharian tim berada dikampus dan tidak ada keterangan apapun dari pihak kampus. Ini berarti ada itikad tidak baik dan tidak terbuka, bila terus dibiarkan bisa terjadi lobby-lobby yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak objektif

Agar semua pihak mendukung psikologis keluarga korban, dengan tidak mengeluarkan pernyataan pernyataan yang memojokkan keluarga.

Atas keinginan keluarga mencari keadilan, tidak mungkin bila kasus ini hanya diserahkan kepada kampus, tentunya menjadi tidak objektif, apalagi terdapat dugaan pelaku yang sangat banyak sedangkan keluarga sendirian. Untuk itu pihak pihak yang berkepentingan seperti Kepolisian, Menristekdikti, Kemensos punya tugas masing masing sesuai tupoksinya dalam mendukung keluarga

Menyayangkan sampai sekarang Rektor Universitas Gunadarma tidak menunjukkan batang hidungnya ke publik, artinya tidak ada kepedulian terhadap kasus kemanusiaan yang menyanyat hari ini.

Meminta pemerintah menyertakan tim independen dari masyarakat. agar kasus ini terang benderang dan keluarga dapat keadilan se adil-adilnya

Demikian catatan penting ini disampaikan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas (MPH PD), agar menjadi perhatian semua pihak.

Contact Person, Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas (MPH PD)
Pendamping Hukum Hari Kurniawan 08175175154
Koordinator MPHPD Trian Airlangga 087780328205
Jonna Damanik 087888457889