Tingkatkan Kapasitas Sistem Kaderisasi, Rayon Raden Paku Akan Gelar Sekolah Kaderisasi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Tingkatkan Kapasitas Sistem Kaderisasi, Rayon Raden Paku Akan Gelar Sekolah Kaderisasi

23 September 2017
PMII NEWS Online - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pengurus Rayon Raden Paku Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro akan mengadakan Sekolah Kaderisasi. Agenda Sekolah Kaderisasi yang akan dilaksanakan selama dua hari. Tepat pada hari Sabtu dan Minggu (05-06/08), di Aula PCNU Bojonegoro dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Kader Dari Kearifan Budaya Lokal Di Era Digital Menuju Kampus Pergerakan”. Jum'at (21/07/2017).
Foto: Persiapan Pengurus Rayon Mengadakan Sekolah Kaderisasi
Sekolah kaderisasi suatu bentuk relasi pengabdian untuk berkontribusi terhadap PMII di dalam Kampus dengan realisasi gerakan  perekruitan terhadap seluruh mahasiswa-siswi baru untuk bergabung di PMII, agar dapat mengembangkan potensi dan inovatif organik di ranah fakultatif, supaya tumbuh seni-seni baru di akademis nya berdasarkan peran aktualisasi diri selama berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, disisi lain era digital semakin berkembang dan meningkat, tentunya prediksi pembunuhan budaya lama akan lenyap, maka dari itu sekolah kaderisasi menjadi suatu kebutuhan dalam memfilter akan adanya tekanan budaya baru dengan mempertahankan budaya lokal yang ada untuk dikemas dan dikembangkan dengan penuh korelasi.

Ketua pelaksana sahabat Joko Kuncoro menyatakan sangat berterima kasih banyak kepada seluruh anggota panitia Sekolah Kaderisasi, sudah mempercayai saya, kususnya kepada seluruh calon peserta anggota kader rayon raden paku dapat mempersiapkan diri mulai dari sekarang, sehingga nantinya sekolah kaderisasi dapat berjalan maksimal dan para peserta mampu berkomitmen untuk meneruskan perjuangan dan suksesnya acara tergantung sebagaimana saling bersinergi satu sama lain.

Ketua Rayon Raden Paku Sahabat Andrey Purwanto Menyatakan, "Sekolah kaderisasi menjadi suatu kebutuhan pokok bagi seluruh kader-kader Rayon untuk menunjang kapasitas intlektualnya, dan sebagai kader jangan hanya mengetahui sistem kaderisasi formal, non formal dan informal, yang lebih utama bagaimana kader PMII mempunyai loyalitas dan komitmen yang sangat kuat", jelasnya.

"Proses di PMII tidak hanya berbicara teori-teori pelatihan, diskusi, sekolah dan lainnya, melainkan bagaimana seluruh kader dapat mengkader atau mendidik adik-adik nya dengan ide maupun gagasan yang kreatif dan inovatif menuju kesemangatan belajar, kami berharap sekolah kaderisasi yang akan datang dapat mengubah mindset para peserta menjadi proklamator pendidik di PMII, dan dapat meneruskan estafet perjuangan para pengurus priode 2016-2017 untuk lebih produktif dan progresif berdasarkan tupoksi atau peran nya masing-masing ketika menduduki di kepengurusan", sambungnya.

Penulis: Citizen (Warta Pergerakan)