PMII Kota Pontianak Diskusi Bersama Mantan MABINAS PB PMII | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Kota Pontianak Diskusi Bersama Mantan MABINAS PB PMII

23 September 2017
PMII NEWS Online - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak bersama dengan Komisariat serta Rayon se Kota Pontianak menggelar diskusi tentang strategi kaderisasi bersama Sahabat Hasyim Hadrawi yang merupakan Senior PMII Kalimantan Barat dan juga pernah menduduki Mabinas PB (Majelis Pembina  Pengurus Besar) PMII.
Foto: Diskusi bersama PMII Kota Pontianak dengan Mantan Mabinas PB PMII di Auditorium PWNU Kalbar
Diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua cabang PMII Kota Pontianak, Ketua Komisariat dan Ketua Rayon serta kader PMII Pontianak di Sekretariat PWNU Kalbar (Kalimantan Barat) Jl.Veteran, Minggu (23/07/2017).

Dalam pembukaan kegiatan diskusi bersama, Ketua Cabang Kota Pontianak sahabat Mussolli menyatakan, "Tugas kita sebagai struktur kepengurusan perlu menyiapkan beberapa pemetaan dan strategi kaderisasi Formal dan Informal, itu utamanya sebagai organisasi kaderisasi".

"Sebagai struktur kita juga harus melihat potensi kader bagaimana menempatkan mereka pada potensi yang mereka miliki masing-masing dan berbagi pengetahuan kepada kader yang lain supaya roda organisasi tetap berjalan sebagaimana cita-cita organisasi agar tercapai", tambahnya.

Poin penting yang dipaparkan oleh Sahabat Hasyim Hadrawi tentang pemetaan kaderisasi adalah memperbanyak MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya oleh seluruh Rayon yang berkoordinasi dengan Komisariat karena tugas Komisariat adalah bagaimana mengkondisikan, merencanakan dan menggerakkan Rayon-rayon, jangan sampai ada ego-sentris di setiap rayon, memang benar kompetisi dalam kebaikan itu bagus tapi saling membantu itu lebih bagus.

Menyinggung sedikit pada situasi yang telah lalu, beliau mengatakan "Jangan sampai hanya gara-gara kalah persaingan di rayon lalu marah berkepanjangan. Kompetisi itu penting karena itu dapat mengasah dan mengadu kemampuan kita", ungkap sahabat Hasyim yang saat ini menjabat PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Kalbar.

Tidak hanya terfokus pada saat Mapaba melainkan tidak melepaskan konsep paska Mapaba nanti. Dan juga pengurus Komisariat harus berfikir untuk membentuk rayon baru di setiap lini fakultas-fakultas yang belum terbentuknya rayon dengan menggerakkan Rayon-rayon yang ada dan apabila komisariat tidak mampu menghendel maka dibantu oleh pengurus cabang.

Ada suatu yang menarik dalam pernyataan Sahabat Hasyim Hadrawi, beliau mengatakan, "NU di hati saya, PMII di pikiran saya", jelasnya.

Menurutnya NU bukan hanya sekedar di hati namun sudah mendarah daging di tubuhnya dan PMII ada di pikirannya karena PMII selalu hadir di benak fikirannya.

"Jujur, PMII selalu ada di pikiran saya walau sebenarnya saya dapat dikatakan sudah tidak layak memikirkan PMII karena sudah ada amanah dan tanggung jawab yang lain saat ini tapi mungkin ini penyakit bagi saya karena selalu memikirkan PMII, walaupun saya sudah tua saya tetap ber PMII dengan mensosialisasikan PMII di mana-mana termasuk di media sosial", ceritanya.

Ia katakan demikian karena mengingat posisinya saat ini sebagai Sekretaris PWNU Kalbar, tapi tetap cinta terhadap PMII dan selalu membawa nama baik PMII.

Pesan yang juga disampaikan sahabat Hasyim yaitu, "Makna sahabat harus dikedepankan agar tetap solid, jangan mau kita diterpa dan di adu-domba oleh pihak luar", tuturnya.

Sedikit kata namun mengandung makna yang sangat luas untuk kita semua.

Penulis: Rika Artika (Citizen Warta Pergerakan)