PMII Dan Regenerasi Kepemimpinan Bangsa | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

PMII Dan Regenerasi Kepemimpinan Bangsa

PMII News
23 September 2017
PMII NEWS Online - Pada tanggal 17 April 1960 silam di Kota Pahlawan, Surabaya, sekelompok mahasiswa nahdliyin membentuk sebuah organisasi kemahasiswaan yang diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, yang disingkat PMII. Sebagai suatu organisasi kaderisasi. PMII tak henti-hentinya terus melakukan kaderisasi di kalangan mahasiswa untuk melahirkan dan membentuk kader-kader menjadi pribadi Muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (AD/ART PMII, tujuan PMII).
Foto: Sahabat Falihin Barakati
Berangkat dari tujuan PMII tersebut, secara langsung maupun tidak, PMII mencetak generasi muda yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa. Nilai-nilai kepemimpinan mesti tertanam dalam setiap kader PMII sebagai tanggung jawab untuk mengemban amanah kepemimpinan bangsa kedepan. Karakter dan sikap pemimpin yang dibutuhkan bangsa saat ini sudah terkonsep jelas dalam tujuan PMII yaitu Terbentuknya pribadi Muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu dalam regenerasi kepemimpinan bangsa, kader-kader PMII menjadi layak dan bahkan sangat layak untuk turut andil di dalamnya.

Tidak hanya dalam tujuan PMII, dalam tiga slogan PMII juga menjadi isyarat bahwa kader PMII adalah leader stock yang ideal untuk bangsa Indonesia ke depan. Yang sudah dikonsep menjadi Tri-Logi yang Pertama adalah Tri-Motto yaitu “Dzikir, Fikir dan Amal Shaleh”. Bahwa seorang pemimpin harus senantiasa berdzikir mengingat Sang Pemberi amanah, Allah SWT sebagai pengingat dan pengawas diri di saat menjalankan tanggung jawab kepemimpinan (khalifah fil ardh). Seorang pemimpin juga harus memiliki daya fikir atau intelektual yang memumpuni sebagai modal dalam menggunakan strategi dan menentukan keputusan. Dari itu seorang pemimpin harus memiliki semangat beramal shaleh baik shaleh ritual maupun shaleh sosial. Ketiganya adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dan menjadi karakter serta sikap pemimpin yang ideal.

Kedua, Tri-Komitmen yaitu “Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan”. Saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang jujur berucap dan bersikap. Bangsa Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang bertindak pada garis kebenaran. Dan bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang adil dalam mengambil keputusan.

Ketiga, Tri-Khidmat yaitu “ Taqwa, Intelektual dan Profesional”. Ketaqwaan pemimpin menjadi hal yang mendasar karena berbicara tentang ibadah, baik ibadahnya kepada Tuhan (hablul minallah) maupun ibadah sosial (hablul minannas). Intelektual sebagai basis fikir dimana pemimpin mesti memiliki ilmu kepemimpinan. Dan Profesionalitas dimana pemimpin harus profesional dalam menjalankan tugas kepemimpinannya.

Dari penjelasan tiga slogan di atas dengan kaitannya tentang kepemimpinan maka PMII menjadi penyedia leader stock untuk memimpin bangsa kedepan. Oleh karena itu, kader-kader PMII tidak hanya serta merta memahami tiga slogan di atas secara konseptual, tetapi juga mampu dijewantahkan dalam ruang praktikal. Sikap dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan bangsa saat ini dan kedepan telah ada di dalam PMII itu sendiri, tinggal bagaimana menanamkannya kepada kader.

Muhaimin Iskandar atau yang biasa disapa Cak Imin dalam sambutannya di Harlah PMII ke-57 tahun menyatakan pengurus dan kader PMII tetap istiqomah meneruskan perjuangan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan ke-aswaja-an di Indonesia. Bahwa tempaan kepemimpinan banyak didapat di PMII (garda bangsa online). Hal ini menjadi spirit sekaligus penegasan bahwa regenerasi kepemimpinan di Indonesia ada di pundak kader-kader PMII karena pembentukan karakter dan sikap kepemimpinan ada di PMII.

Berdasarkan penjelasan di atas, menurut hemat penulis tidak berlebihan jika dikatakan bahwa PMII menjadi organisasi kader yang akan melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yang ideal. PMII memiliki tanggung jawab moril untuk menyediakan leader stock bangsa Indonesia. Regenerasi kepemimpinan bangsa sangat membutuhkan peran PMII sebagai organisasi kader yang tetap teguh berpegang pada nilai-nilai ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an di tengah gempuran arus globalisasi saat ini. Tidak sedikit generasi muda yang telah tergilas oleh arus globalisasi dan terjebak pada sikap-sikap hedonis, pragmatis, oportunis dan juga sikap apatis terhadap keadaan bangsa. Tidak sedikit juga generasi muda yang terperangkap dalam pemikiran dan gerakan radikalis, ektrimis juga teroris. Kehadiran PMII menjadi hal yang niscaya untuk menjadi perisai dalam menghadapi tantangan globalisasi khususnya bagi generasi muda demi regenerasi kepemimpinan bangsa Indonesia. (***)

Oleh: Falihin Barakati (Wakil Ketua PKC PMII Sulawesi Tenggara)