Pesan Yang Sangat Menakjubkan Dalam Tampilan Seni Kader PMII | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Pesan Yang Sangat Menakjubkan Dalam Tampilan Seni Kader PMII

23 September 2017
PMII NEWS Online - Kini hadir kembali, penampilan seni yang dilakukan oleh kader PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang membacakan salah satu karya fiksinya yang berupa puisi. Secara penuh sahabat yang satu ini menampilkan dengan seksama untuk menghibur dan menyampaikan suatu pesan dalam setiap bait puisinya.
Foto: Pentas Seni Saat Kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) Kopri Al-Qolam Malang
Penampilan tersebut yang telah diposting di akun YouTube oleh salah satu Netizen dengan durasi waktu kurang lebih 4 (empat) menit.

Di bawah Ini merupakan redaksi puisinya

Judul Puisi : MALAPETAKA
Oleh : Ahmed Zain Bamuala


Puisiku bukan puisi tapi kata-kata buruk untuk sang pemangku tahta indonesiaDi sini segerombolan anak harimau  Akan meraung di depan mata. Akan Mencabik-cabik penguasa Dengan cakaran dan gigitan.Atas namakan ketidak cocokan. Meraung atas namakan perjuangan. Meraung atas namakan pembelan Meraung atas namakan perlawanan
MALAPETAKA.


Penguasa menjerit-jerit kepanasan. Meraung, Suara angin aku sulap menjadi peluru, Yang Akan mengerogoti seluruh tubuh. Dan disini kalian akan binasa.
Sementara kalian tertawa semburkan murka. Asiik bermain teka teki dan kelab, monopoli diluar negara. Mencoba menutupi dengan tebing-tebing raksasa. Sambil mendiskusikan harga bbm dan mempertahankan tahta,


Sedangkan para tokoh agama Berkhutbah dan berceramah diatas mimbar Sambil angkat senjata atas namakan "Amar Ma'ruf Nahi Mungkar"
Tiba tiba anak-anak bangsa, dihadapan penguasa Meraungkan kutukan- kutukan kebinasaan Meraungkan kutukan-kutukan kehancuran. Menjelma menjadi kutukan-kutukan kematian.
Berkelibang-libang di atas udara. Murka segera tiba Kebinasaan akan menelan penguasa.
MALAPETAKA.

Ingin mengetahui penampilan yang sangat fantastis dari salah satu kader PMII Malang ini, silakan diputar video di bawah ini. Silakan disimak videonya ini.