Pernyataan Keras Kapolri: HTI Akan Dibubarkan Secara Permanen | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Pernyataan Keras Kapolri: HTI Akan Dibubarkan Secara Permanen

23 September 2017
PMII NEWS Online - Pernyataan keras yang dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyusul makin massifnya gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dalam mengusung sistem khilfah di Indonesia.
Karenanya ke depan akan diupayakan agar HTI dibubarkan dan dihilangkan secara permanen. Untuk tujuan tersebut, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Kementerian Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam). 

Pernyataan itu sekaligus menjawab kesan banyak pihak menilai kepolisian seperti membiarkan HTI dengan leluasa mengkampanyekan cita-citanya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan sistem khilafa di Indonesia.


Tidak hanya itu, Kapolri menilai rekrutmen HTI di berbagai kampus memiliki indikasi yang bisa dianggap berbahaya. Sehingga perkara itu kata dia sedang dibahas.


“Kalau seandainya itu dilakukan (menegakan) khilafah, ya itu bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kalau buat ideologi khilafah apa bisa (sesuai) Pancasila?” Jelas dia seperti dilansir jpnn.com. 


Sebelumnya,  Polda Metro Jaya melarang kegiatan HTI yang dianggap tak berizin. Ternyata hal serupa juga terjadi di daerah-manapun. Kepolisian melarang kegiatan itu karena konsep khilafah.


Salah satu kegiatan yang dibatalkan adalah, agenda HTI dengan tema ’’Khilafah Kewajiban Syar’i Jalan Kebangkitan Umat’’. Kegiatan itu, awalnya direncanakan untuk digelar di Balai Sudirman Jakarta pada 23 April kemarin. Namun, dibatalkan karena tak diizinkan kepolisian.
Menurut Kapolri kegiatan HTI dilarang dengan dikeluarkannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) oleh polisi. Penyebabnya, kata dia, tanpa STTP sebuah acara keramaian masyarakat dianggap tidak berizin sehingga bisa dibubarkan secara paksa jika tetap digelar. “Kami memang tidak keluarkan izin STTP-nya, karena banyak potensi konfliknya. Jadi lebih baik kami larang,’’ kata Tito di Mabes Polri.


Adapun alasan utama tidak dikeluarkan STTP, karena banyaknya protes dari yang anti-HTI. “Karena banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak suka, yang HTI,” kata dia.


Sumber : muslimoderat.net