Pengurus Cabang Kopri Se Jatim Meminta Kepada PKC Untuk Membekukan Koprinya | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Pengurus Cabang Kopri Se Jatim Meminta Kepada PKC Untuk Membekukan Koprinya

23 September 2017
PMII NEWS Online - Sebanyak 12 Korps PMII Putri (Kopri) Se Jawa Timur (Jatim) meminta agar Surat Keputusan (SK) Kopri PKC Jawa Timur dibekukan. Hal itu disampaikan langsung didepan Ketua PKC PMII saat acara Muspimda yang diletakkan di Kabupaten Sumenep. Senin, (24/04) kemarin.

Salah seorang perwakilan Kopri Cabang yang ditunjuk sebagai juru bicara, Uswatul Hasanah menyampaikan, dari 12 Kopri yang ada di Jawa Timur menyepakati agar SK kepengurusan Kopri PKC periode 2016-2018 segera dianulir. Sebab, Pihaknya mengaku selama ini pendampingan terhadap kopri cabang kurang maksimal.

“Surat pernyataan sudah kami tanda tangani. Bahkan kami bacakan langsung isi surat pernyataan itu didepan Ketua Umum PKC PMII,” ujarnya. Kamis, (27/04).

Selain itu, ada beberapa hal yang memang menjadi pertimbangan sehingga SK itu harus dianulir. Salah satunya, sistem kaderisasi tidak linier, komunikasi dan koordinasi ke cabang dinilai kurang baik, pengambil alihan kader tanpa rekomendasi (PC PMII Surabaya), tidak ada simposium kaderisasi Kopri, tidak melaksanakan pengawalan/advokasi perempuan sesuai yang disosialisasikan, kegiatan sekolah politik perempuan (SPP) yang tidak memiliki orientasi jelas, modul kaderisasi tidak jelas, dan sikap otoriter Ketua Kopri PKC PMII Jatim terhadap Kopri Se-Jawa Timur untuk tidak mengikuti Rakornas tanpa adanya rasionalisasi yang jelas.

“Poin-poin itu sudah melalui kesepakatan kita bersama, saat melakukan rapat di depan Masjid Jami’ Sumenep pada tanggal 24 April 2017 pukul 02.15 dini hari kemarin,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Kopri PMII Kabupaten Malang itu.

Dengan diajukannya surat pernyataan itu, pihaknya berharap agar Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur periode 2016-2018 untuk mengambil alih semua kebijakan yang berkaitan dengan Kopri Jawa Timur, Agar tidak lagi semena-mena terhadap Kopri cabang.

Sementara itu, menanggapi permintaan Kopri cabang Se-Jawa Timur, Ketua PKC PMII, Zainuddin menyampaikan, untuk pengambil alihan lembaga Kopri PKC pihaknnya masih menunggu hasil rapat Badan Pengurus Harian (BPH) PKC PMII Jatim. Namun, sebelum hal itu terjadi Jay sapaan akrab Ketum PKC, masih memberikan kesempatan untuk Kopri PKC berbenah dan memperbaiki pola koordinasi dengan internal Kopri Jatim.

“Kami sudah menampung rekomendasi dari 12 Kopri Cabang. Untuk menganulir dan mengambil alih lembaga Kopri kami akan menunggu hasil rapat BPH PKC PMII Jatim yang akan dilaksanakan paling cepat 24 jam x 7 dari surat pernyataan itu disampaikan,” jelasnya.

Untuk diketahui, dari 12 Cabang Kopri Se-Jawa Timur yang meminta SK Kopri PKC dicabut, yakni Kopri PMII Lamongan, Kopri PMII Tuban, Kopri PMII Pamekasan, Kopri PMII Malang Kabupaten, Kopri PMII Sumenep, Kopri PMII Banyuwangi, Kopri PMII Bangkalan, Kopri PMII Gresik, Kopri PMII Situbondo, Kopri PMII Surabaya, Kopri PMII Sampang, dan Kopri PMII Bondowoso.

Sumber : jsn09.com