Peneliti Muchtar Effendi Harahap: Pembubaran HTI Untuk Kurangi Kekuatan Anti Jokowi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Peneliti Muchtar Effendi Harahap: Pembubaran HTI Untuk Kurangi Kekuatan Anti Jokowi

23 September 2017
PMII NEWS Online – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) salah satu ormas yang dibubarkan dalam program strategis rezim Presiden Jokowi-JK menggunakan kekuasaan negara dan kekerasan administratif dalam rangka untuk mengurangi kekuatan anti Jokowi-JK.
Foto: Muchtar Effendi Harahap
“Pembubaran HTI diharapkan sasaran strategis Jokowi-JK tercapai, yakni mengurangi intensitas penggerusan elektabilitas Jokowi-JK pada pilpres 2019”, ungkap peneliti senior Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap saat dihubungi oleh media obsessionnews.com.

Menurus muchtar, pembubaran HTI sesungguhnya bukan permasalahan ideologi atau AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) HTI yang tidak sesuai dengan Pancasila, melainkan problem HTI yang merupakan salah satu kekuatan politik Islam yang anti rezim presiden Jokowi-JK dan menjadi penghambat keberhasilan Jokowi-JK pada Pilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

“Persoalannya apakah rezim Jokowi-JK akan berhasil mengurangi intensitas penggerusan elektabilitas Jokowi-JK dengan kekerasan administatif ini?. Saya percaya tidak akan berhasil. Mengapa?. Kekuatan HTI terletak pada ideologis dan cita-cita yang mereka miliki. Tak mudah membuat mereka mendukung atau netral terhadap Rezim. Semakin digunakan kekerasan administratif semakin menaik militansi mereka untuk menggerus elektabilitas Jokowi-JK. Mereka semakin berharap rezim Jokowi-JK tumbang, diganti rezim yang membantu eksistensi dan legalitas kelembagaan HTI“, jelasnya.

Seperti yang dilansir oleh media obsessionnews.com  Muchtar menegaskan bagaimanapun HTI akan melakukan perlawanan baik secara hukum maupun politik. Perlu dikeathui kader-kader HTI didominasi usia muda yang belum banyak terbeban dengan masalah-masalah rumah tangga. Mereka umumnya cerdas dan terdidik, punya wawasan international dan kosmopolit.

Sumber: obsessionnews.com