Pancasila Merupakan Ruh Dari Berbagai Golongan | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Pancasila Merupakan Ruh Dari Berbagai Golongan

23 September 2017
PMII NEWS Online - Genap 72 tahun Pancasila masih berkiprah melebarkan sayapnya untuk bangsa ini, karena bangsa Indonesia masih memandang perlu adanya pancasila sebagai ideologi Indonesia, ideologi yang masih sangat relevan dengan kondisi bangsa hari ini.
Oleh: Muhamad Harun Al Rasyid*
Kondisi yang majemuk, plural dan beragam dengan pelbagai budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.  Semua terangkum dalam semboyan bhineka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Mengutip Pidato Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

"Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia. Semua buat semua!".

Pidato diatas hasil kontemplasi Soekarno bepuluh-puluh tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk merumuskan ideologi bangsa, jika ada suatu golongan atau kelompok yang ingin merubah ideologi bangsa dan dengan waktu cepat apa jadinya nanti bangsa kita ini?.

Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, PB PMII: Pemuda Islam Harus Lebih Pancasilais

Mari kita renungkan bersama-sama, pentingnya kita menjaga Pancasila sebagai dasar negara kita, sebagai ideologi bangsa yang tidak tendensius dengan golongan-golongan atau firkah-firkah yang tersebar luas di tanah air tercinta ini.

Tentunya kita sebagai Warga Pergerakan harus memiliki rasa nasionalisme terhadap tanah air, karena sejak awal berdirinya Nasionalisme PMII sudah tidak diragukan lagi, sudah jelas! Dan terbukti! Dalam sejarah dan perkembangan gerakan kebangsaan di negeri ini, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) hadir dengan semangat nasionalisme-religius Nasionlisme-Islam.

Bahkan Indonesia sudah menjadi prioritas dalam perumusan nama beridirnya PMII sebagai organisasi pada tahun 1960 silam. Tahukah anda, dalam bukti institusionalistas yang termaktub dalam konstitusi organisasi PMII lebih nasionalis dari Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI). (Baca: Cuma Catatan Kaderisasi) karena jika kita lihat mukaddimah (pembukaan anggaran dasar) GMNI pasal 2 : GMNI berdasarkan marhaenisme, marhaenisme yang dimaksud ini sebagai asas perjuangan GMNI (baca: Anggaran Dasar GMNI). Kalau PMII sudah jelas mukaddimahnya pun diawali pancasila, dan pancasila pun sebagai asas PMII dalam pasal 2 (Baca AD PMII).

Sudah jelas dan tidak diragukan lagi bahwa PMII secara konstitusi sangat nasionalisme. Tapi apakah kita sudah melakukannya?.

Ada peribahasa mengatakan: dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Konsekuensi logisnya adalah ketika kita sudah ber-PMII berarti kita harus mengikuti konstutusi PMII dengan Nasionalismenya yang tinggi terhadap Tanah Air, Bangsa dan Negara.

NKRI Harga Mati.
Pancasila.. Jaya !!
Tangan terkepal dan maju kemuka.. Lawaaann !!
PMII ... Mahasiswanya NU.
Saya.. Pancasila.

1 Juni 2017
Salam Pergerakan !!
Refleksi Hari Lahirnya Pancasila

*Anggota Komisariat PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang*