NU Dan Muhammadiyah Perlu Bersinergi Tangkal Radikalisme Agama Di Malang | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

NU Dan Muhammadiyah Perlu Bersinergi Tangkal Radikalisme Agama Di Malang

23 September 2017
PMII NEWS Online - KH Madarik Yahya, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Ganjaran Gondanglegi Malang, mengungkapkan bahwa dua organisasi keagamaan terbesar di Indonasia ini harus bersatu untuk menanggulangi gerakan radikalisme yang kian terasa, terutama meningkatkan kewaspadaan di wilayah kabupaten Malang (Jumat, 14-07-217).

Bagi rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang ini, secara umum dampak radikalisme Internasional masih belum berdampak signifikan di daerah Malang, sebab dalam hal ini aparat keamanan benar-benar waspada sehingga kondisinya aman terkendali.

"Tetapi jika hanya mengandalkan aparat keamanan, saya khawatir gerakan yang telah merenggut banyak nyawa tak berdosa sebagaimana Syiria akan menjadi bom waktu yang kapan saja bisa memporakporandakan kota dingin yang relatif tenang ini seperti sekian tahun lalu di mana salah satu gembong teroris pernah tertangkap di kota Batu," ungkap Ketua Yayasan Kiai Haji Yahya Syabrawi PPRU I itu.

Menurut orang yang dikenal dengan sebutan Gus Mad ini, NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah merupakan organisasi yang telah berakar di masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi, koordinasi dan mobilisasi tingkat akar rumput lebih mudah direalisasikan oleh keduanya. Sayangnya, ada sebagian pihak yang masih mempertentangkan posisikan NU dan Muhammadiyah secara konfrontatif.

"Padahal perbedaan NU dan Muhammadiyah hanya berkisar pada ritual peribadatan (khilafiyah furu'iyah) belaka. Perselisihan demikian, tidak lagi relevan dipertajam karena anggota masyarakat kini semakin cerdas" kilahnya.

"Sedangkan gencarnya gerakan radikisme agama selain mengancam bangunan integrasi bangsa juga memudarkan Islam ramah (Rahmatan Lil Alamin) yang telah diukir oleh NU dan Muhammadiyah semenjak awal kemerdekaan", sambungnya.

Oleh sebab itu, gus yang juga penulis ini meminta kedua organisasi besar di wilayah Malang agar merapatkan barisan dalam berbagai momen dengan suka rela mengesampingkan sentimen golongan demi utuhnya kesatuan dan kemajukan negara Indonasia.

"Sinergitas bisa wujud apabila para tokoh kedua organisasi itu berbesar hati untuk mengutamakan kepentingan bersama menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh-pengaruh radikalisme agama yang disinyalir telah melirik generasi kita", ucap Direktur Kepesantrenan Raudlatul Ulum 2 Putukrejo Gondanglegi Malang ini.

Penulis: Citizen Warta Pergerakan